Telusuri
  • Masuk / Bergabung
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Beranda OLAHRAGA SEPAKBOLA SUKABUMI Pita Hitam Bentuk Duka Gagalnya Piala Dunia Di Indonesia Datang Dari Sukabumi
OLAHRAGA SEPAKBOLA SUKABUMI

Pita Hitam Bentuk Duka Gagalnya Piala Dunia Di Indonesia Datang Dari Sukabumi

Redaksi
Redaksi
02 Apr, 2023 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 


SUKABUMI | SUARANA - Negara Republik Indonesia sudah dipastikan batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Pembatalan tersebut telah diumumkan pada Rabu 29/03/2023 seusai pertemuan antara Presiden FIFA dengan Ketua PSSI.


Aksi solidaritas dilakukan komunitas Viking Persib Club dan mahasiswa dengan cara memasang pita hitam kepada masyarakat di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Mereka membawa spanduk bertuliskan 'Aksi Pita Hitam, Berduka Atas Pembatalan Tuan Rumah Piala Dunia U-20.' Selain itu tagar tagar Selamatkan Generasi Muda juga dipajang di bagian bawa spanduk.



Sandi ( 20)salah seorang bobotoh  yang juga mengikuti aksi pasang pita hitam di Sukabumi ini merasa sangat sedih atas keputusan FIFA membatalkan lokasi tuan rumah piala dunia U-20.


"Sedih saja dibatalin, udah deket malah nggak jadi, apalagi udah jadi tuan rumah tiba-tiba batal. Kontroversi di media sosial, ya padahal politik sama bola jangan dicampuraduk, niatnya itu kan main bola".


Dia berharap Indonesia dapat kembali bangkit dan tak dikucilkan oleh negara lain akibat kegagalan tersebut. "Sekarang kan katanya dikucilkan, intinya sedih sih," tuturnya.


Koordinator aksi, Danial Fadhilah mengatakan, aksi pasang pita hitam itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dinas U-20.


"Jujur kami kecewa, pertama,karena persiapan yang sudah dilakukan oleh Indonesia sejauh ini sudah sangat matang, kedua,banyak mimpi-mimpi dan harapan anak muda hari ini yang ingin berlaga Membela Timnas Indonesia Jadi gagal. orang-orang Indonesia yang hari ini ingin melihat bagaimana euforia piala dunia meski U-20, hanya tinggal mimpi".


Dia mengatakan, pemasangan pita hitam itu memiliki pesan kepada masyarakat bahwa persepakbolaan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, banyak mimpi anak negeri yang pupus akibat isu kontroversi soal penolakan tim Israel.


"Hari ini negara tidak serius terhadap anak-anak mudanya, bagaimana anak-anak mudanya punya mimpi besar, anak-anak muda punya apapun yang ingin diberikan kepada negara tapi negara tidak serius kepada anak-anak muda karena banyak oknum-oknum pejabat yang hanya cari panggung saja," ujarnya.


"Kalau misalkan mau anti Israel banget harus serius juga dong, jangan sampai ketika olahraga dicampur aduk dengan politik, tapi urusan uang (perdagangan dengan Israel) sampai sekarang didiamkan saja," sambungnya.


Sekadar informasi, helatan Piala Dunia U-20 2023 seharusnya dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 20 Mei-11 Juni 2023. Dan turnamen ini rencananya akan digelar di enam kota di Indonesia.


Keputusan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tak terlepas dari kegaduhan terkait penolakan terhadap Timnas Israel untuk bermain di Indonesia. Israel lolos ke Piala Dunia U-20 2023 sebagai wakil dari Benua Eropa.


Salah satu alasan penolakan tersebut, yakni Israel tidak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia. Negeri asal Timur Tengah ini juga dianggap masih melakukan penjajahan terhadap Palestina.


Akibat penolakan terhadap Israel itu, FIFA kemudian membatalkan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang dijadwalkan dilakukan di Bali.



Rinto w. 

Via OLAHRAGA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

LBH Arya Mandalika Minta Perhatian Gubernur Jabar untuk Kasus Meninggalnya Pegawai BKAD Purwakarta yang Belum Terang Motifnya

Redaksi- 2:56:00 PM 0
LBH Arya Mandalika Minta Perhatian Gubernur Jabar untuk Kasus Meninggalnya Pegawai BKAD Purwakarta yang Belum Terang Motifnya
KARAWANG | Suarana. com - Ketua Lembaga Bantuan Hukum Arya Mandalika, Hendra Supriatna, SH., MH., menyampaikan harapan agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, …

Trending

Diterpa Isu 'Ena-Ena', Kuasa Hukum Kadishub Karawang: Kami Tunggu Pembuktiannya!

Diterpa Isu 'Ena-Ena', Kuasa Hukum Kadishub Karawang: Kami Tunggu Pembuktiannya!

7:43:00 PM
Kapten NZ Ithar Antar Bina Patra Fantasista Academy U-9 Juarai Piala GEAS Jawa Barat, Siap Harumkan Nama Jabar di Tingkat Nasional

Kapten NZ Ithar Antar Bina Patra Fantasista Academy U-9 Juarai Piala GEAS Jawa Barat, Siap Harumkan Nama Jabar di Tingkat Nasional

5:32:00 PM
Peringati 1 Muharram 1448 H, SMP Negeri 8 Lahat Perkuat Karakter Islami dan Jiwa Kepemimpinan Siswa

Peringati 1 Muharram 1448 H, SMP Negeri 8 Lahat Perkuat Karakter Islami dan Jiwa Kepemimpinan Siswa

1:30:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi