Iklan

,

Iklan

iklan

Indeks Kanal

Pameran Sejarah dan Budaya Soekaboemi Tempo Dulu, Dibanjiri Pengunjung

Redaktur
July 03, 2023, 9:10:00 AM WIB Last Updated 2023-07-30T04:13:04Z

SUKABUMI|SUARANA- Kegiatan pameran sejarah dan budaya di Kota Sukabumi yang bertajuk Soekaboemi Tempo Doeloe (STD) kembali digelar tahun ini selama dua hari, yaitu 1 dan 2 Juli 2023 dari pukul 09.00 sampai 22.00 WIB di Wisma Wisnu Wardhani komplek Setukpa Polri di Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi.


Kegiatan tersebut mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Ketika masuk ke dalamnya, pengunjung seperti masuk ke lorong waktu kembali ke masa lampau, pasalnya bukan hanya benda bersejarah yang dipamerkan, namun juga suasana di lokasi kegiatan seperti hidup di zamannya.



Penyelenggara sekaligus Ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah mengatakan, pihaknya sengaja mengadakan festival tersebut untuk memperkenalkan sejarah dan budaya yang ada di Sukabumi.


Sebetulnya konsepnya lebih mengenalkan suasana tempo dulu jadi suasana itu pertama ada pameran ada barang barang, suasana kemudian ruangan ruangan yang memang tempo dulu kemudian suasana area outdoor seperti misalkan pakaiannya fashion nya yang tempo dulu kemudian makanan makanan cuman memang untuk makanan kita ada yang tradisional ada yang modern karena memang memfasilitasi UMKM,” kata Irman, Minggu 02/07/2023.


Dia menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk membangkitkan ekonomi pasca pandemi Covid 19. Terlebih, kegiatan yang telah diselenggarakan sejak 2019 ini, baru mulai kembali diadakan pada 2022.


“Jadi tujuan kita adalah yang pertama tentunya untuk edukasi ke warga yang kedua memang untuk ekonomi jadi kita mengangkat ekonomi pasca Covid-19 yang ketiga intinya untuk rekreasi juga,” tutur dia.


Lebih lanjut, benda benda bersejarah yang dipamerkan berasal dari sejumlah museum dari Sukabumi dan luar daerah yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut seperti Museum Prabu Siliwangi, Museum Tionghoa, Museum Palagan, Museum Geologi, dan masih banyak lainnya


“Karena memang mengenalkan sejarah kita harus dengan cara baru Makanya kita ada teatrikal, permainan rakyat juga kita adakan tapi memang sebagian kita ramu dengan teknologi digital. Dikolaborasikan antara modernitas dan tradisional,” pungkasnya.



Penulis: Duduh Sukriadi.

Editor: Rin.

 

Iklan

Advertisement
Advertisement

Advertisement
Advertisement



Advertisement


Advertisement
Advertisement

iklan
Advertisement

iklan
Advertisement
Advertisement
iklan
Advertisement