Iklan

,

Iklan

iklan

Indeks Kanal

Puluhan Jurnalis Kota Bandung Gelar Silaturahmi di Bandung Zoo

McAbams
May 20, 2024, 2:05:00 PM WIB Last Updated 2024-05-20T21:18:40Z
Foto bersama para jurnalis yang hadir di Bandung Zoo dalam rangka silaturahmi


BANDUNG | Suarana.com - Puluhan Jurnalis Kota Bandung yang berasal dari Media Cetak, Radio, Televisi, dan Online akhirnya berkumpul untuk bersilaturahmi dan membahas berbagai hal, Jumat, (17/5/2024), di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Salah satu Jurnalis senior yang hadir yakni Harri Safiari dari Media Online Algivon.com, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jurnalis Bela Negara (JBN) Provinsi Jawa Barat.

Hadir pula Sesepuh Jawa Barat, Abah Landung (98 thn), Humas Bandung Zoo Sulhan Syafii atau biasa disapa Aan, dan puluhan Jurnalis Senior dan Jurnalis muda.

Sesepuh Jawa Barat, Abah Landung (98 thn), dalam paparannya meminta Jurnalis yang biasa bertugas di Jawa Barat dan Kota Bandung untuk bersatu dan tidak takut memberitakan tentang korupsi yang dilakukan pejabat publik dan instansi pemerintahan.

Sedangkan Harri Safiari dari Media Online Algivon.com, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jurnalis Bela Negara (JBN) Provinsi Jawa Barat dalam paparannya membahas tentang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, dan RUU Penyiaran yang dianggap mengancam kebebasan Pers.

Secara singkat Harri Safiari (67 thn),  yang sehari-hari diusia senjanya masih bergiat sebagai pewarta 'gaek' memberi perhatian khusus. 

Yang dimaksud perhatian khusus ini menyangkut masa depan dunia jurnalistik yang semakin pelik dan penuh tanda tanya. 

Contohnya adanya ancaman atau tantangan dari penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, maraknya medsos  dan hoax yang berseliweran, dan gerusan digitalisasi untuk jurnalisme konvensional.

"Bisa-bisa profesi Jurnalis yang mulia ini apabila AI tidak disikapi dengan baik, menjadikan pelakunya frustrasi," ujar Harri Safiari dengan gaya santai.

"Maka tidak heran nanti Jurnalis yang kalah bersaing akan alih profesi menjadi tukang parkir, tukang nguseup atau mancing, atau malah jadi dukun," ujar Harri Safiari yang disambut gelak tawa puluhan Jurnalis.

Lebih lanjut hal lain yang dikemukakan Harri Safiari di antaranya kekhawatiran tentang isu mutakhir yakni sejumlah pasal dalam draf Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran atau RUU Penyiaran, dikarenakan ada semacam ganjalan kelak bila disetujui legislatif, maka investigasi mendalam bakal dilarang di kalangan Jurnalis.

Di akhir paparannya Harri Safiari mengucapkan terima kasih atas inisiatif Humas Bandung Zoo Sulhan Syafii atau biasa disapa Aan yang mengadakan pertemuan berbagai 'genre' Jurnalis Kota Bandung, "Kegiatan ini sepatutnya kita dukung dan diteruskan," ujarnya.


Abah Landoeng yang merupakan sesepuh berusia 98 tahun memberikan wejangan kepada para peserta silaturahmi

"Makna pertemuan hari di Bandung Zoo, siapa tahu dengan bimbingan Aan dan Abah Landoeng bakal memunculkan terobosan baru," pungkasnya.

Kehadiran Harri Safiari yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jurnalis Bela Negara (JBN) Provinsi Jawa Barat dan rekan-rekan JBN didukung penuh oleh Penkodiklatad, EIGER, Forum Ormas Jawa Barat, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung. *suarana.com/IST



Kami hadir di Google News
Dan jangan lupa ikuti Saluran WA

Iklan

Advertisement
Advertisement

Advertisement
Advertisement



Advertisement


Advertisement
Advertisement

iklan
Advertisement

iklan
Advertisement
Advertisement
iklan
Advertisement