Telusuri
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Beranda BANYUASIN DAERAH EKONOMI PERISTIWA Krisis Elpiji 3 KG di Banyuasin, Harga Melonjak, Warga Mengeluh
BANYUASIN DAERAH EKONOMI PERISTIWA

Krisis Elpiji 3 KG di Banyuasin, Harga Melonjak, Warga Mengeluh

Redaksi
Redaksi
23 Mei, 2024 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Poto Gas 3kg Bersubsidi (Gas melon)

BANYUASIN | Suarana.com - Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram kini sedang dialami sejumlah wilayah, khususnya di Desa Upang, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (23/5).

Menurut informasi yang terhimpun oleh awak media, hal ini telah berlangsung lebih kurang selama satu bulan terakhir. Disinyalir, kelangkaan ini disebabkan oleh kemacetan pasokan dari distributor.

Sopiyan Basri, selaku agen penyalur di Desa Upang, via WhatsApp menerangkan bahwa kurangnya kesediaan di pihak distributor di Palembang menjadi penyebab utama, sementara permintaan dari pelanggan membludak.

"Kesediaan terbatas kalau menurut Bos Agen, tapi permintaan banyak jadi tetap bag-bagi," jelasnya.

SN (47), penduduk Desa Upang Marga, menjelaskan kepada media bahwa kelangkaan elpiji ini diduga karena agen/pengecer tidak mendapatkan jumlah seperti biasanya dari distributor. Akibatnya, warga sering membeli gas dengan harga fantastis.

"Di sini sudah hampir sebulan kesulitan mendapat gas karena warung/pengecer itu sendiri sering kosong. Kalaupun ada, biasanya beli punya tetangga yang memiliki stok cadangan dengan harga 30-40 ribuan," ungkapnya.

Sementara NP (50) berpendapat bahwa kemungkinan besar ada penyimpangan oleh oknum-oknum tertentu yang melakukan penimbunan, dan adanya perubahan aturan pemerintah.

"Mungkin ada yang melakukan penimbunan di suatu tempat sehingga terjadi kelangkaan di daerah lainnya. Sepertinya gas akan mengalami proses seperti BBM yang harus diurus dengan administrasi surat menyurat, dan ini apabila terjadi akan menyulitkan masyarakat kecil," bebernya.

HS (52) mengaku saat ini telah mempersiapkan kayu bakar sebagai alternatif karena khawatir tidak mendapatkan gas elpiji atau tidak mampu membeli dengan harga yang semakin mahal.


Dari Banyuasin, Sumatera Selatan: Junaidi mengabarkan.



Editor : Red

Kami hadir di Google News
Dan jangan lupa ikuti Saluran WA
Via BANYUASIN
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -

Ads

Ads

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

PP GPII Desak Dugaan Kekerasan Kader HMI Karawang Diusut Tuntas

Redaksi- 7:30:00 PM 0
PP GPII Desak Dugaan Kekerasan Kader HMI Karawang Diusut Tuntas
KARAWANG | Suarana.com – Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mengecam dugaan kekerasan dan intimidasi terhadap seorang kader Himpunan Mahas…
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner

Hubungi Kami

089678588388 Suaranagroup@gmail.com
Lamaran Palumbonsari
Karawang Timur
Kab. Karawang 41314
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi