Iklan

,

Iklan

iklan

Indeks Kanal

Meningkatnya Kasus Pembacokan oleh OTK di Karawang, Diduga Terkait Banyaknya Penjualan Obat Terlarang di Kalangan Pelajar

Redaktur
May 03, 2024, 9:39:00 PM WIB Last Updated 2024-05-03T14:49:25Z
KARAWANG | Suarana.com - Lagi dan lagi kasus pembacokan yang merenggut nyawa seorang pemuda di Karawang menjadi sorotan masyarakat. Disinyalir, dampak dari maraknya penyalahgunaan obat terlarang di kalangan pelajar menjadi pemicu utama kekerasan tersebut.

Tingginya kasus pembacokan di Karawang, terutama yang melibatkan pelajar, menimbulkan kekhawatiran serius. Salah satunya adalah insiden tragis penusukan yang menelan korban jiwa pada Kamis malam, 02 Mei 2024, di Jalan Desa Segaran, Kabupaten Karawang. Korban, Afit Faturohman (15 tahun), tewas akibat diserang oleh sekelompok orang tak dikenal.

"Pada hari Kamis tanggal 03 Mei 2024 sekitar  24 05 WIB Afit Faturohman (14 th) bersama temannya sedang melintas mengendarai Sepeda Motor di Jalan Raya Candi Jiwa Desa Segaran tiba-tiba ada beberapa orang Pemuda dengan menggunakan Sepeda Motor menghentikan laju kendaraan Korban  (Afit Faturohman) dan tiba-tiba langsung melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tanpa alasan yang jelas , akibat kejadian tersebut korban (Afit Faturohman) langsung tersungkur di TKP dikarenakan mengalami banyak luka sabeten dan tusukan senjata tajam , sedangkan temannya Afit Faturohman (nama tdk diketahui) berhasil melarikan diri", Keterangan Danramil 0402 dalam pesan WhatsAap, (02/05).

Menurut laporan, peningkatan kasus kekerasan ini diduga terkait dengan maraknya penggunaan narkoba di kalangan pelajar. Fenomena ini semakin mencuat setelah insiden serupa terjadi sebelumnya di wilayah Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, pada Selasa (09/04/2024), di mana dua remaja mengalami luka akibat serangan seorang pria yang diduga dalam keadaan mabuk.

Pihak berwenang, termasuk Danramil 0402/Batujaya dan Polsek Batujaya, telah mengambil langkah awal untuk menangani kasus-kasus ini. Dandim 0604/Karawang juga turut terlibat dalam penyelidikan.

Keluarga korban, didampingi oleh Endang Hiwansyah, seorang pensiunan guru, serta saksi-saksi, seperti Andi dan Amad Nursaleh, memberikan bantuan dalam penyelidikan.

Babinsa dari Makoramil dan Polsek Batujaya terus melakukan langkah-langkah preventif untuk meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang. Sementara itu, pihak berwenang berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus-kasus ini guna memastikan keamanan masyarakat terjaga.

Kasus-kasus kekerasan di Karawang, khususnya yang melibatkan pelajar, menandakan perlunya tindakan serius untuk menangani masalah konsumsi narkoba di kalangan remaja. Masyarakat pun diharapkan untuk lebih memperhatikan peran serta dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka.

Dengan demikian, Karawang berduka atas kehilangan Afit Faturohman dan para korban lainnya, serta berharap agar keadilan segera ditegakkan bagi pelaku kejahatan ini.



(red/tim)

Kami hadir di Google News
Dan jangan lupa ikuti Saluran WA

Iklan

Advertisement
Advertisement

Advertisement
Advertisement



Advertisement


Advertisement
Advertisement

iklan
Advertisement

iklan
Advertisement

iklan
Advertisement