Telusuri
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Beranda DAERAH HEADLINE HUKRIM KARAWANG PERISTIWA Puluhan Santriwati di Karawang Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
DAERAH HEADLINE HUKRIM KARAWANG PERISTIWA

Puluhan Santriwati di Karawang Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Redaksi
Redaksi
10 Agu, 2024 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Poto Ilustrasi Puluhan Santriwati di Karawang Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

KARAWANG | Suarana.com - Upaya orang tua untuk mendidik anak-anak mereka menjadi generasi yang Soleh dan Solehah dengan mengirimkan mereka ke pondok pesantren kini tercoreng oleh dugaan kasus pencabulan yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Polres Karawang kini tengah menyelidiki kasus ini dan telah memeriksa enam orang saksi.

Kasat Reskrim Polres Karawang, M. Nazal Fawwaz, menyatakan bahwa penyelidikan atas dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati tersebut sedang berlangsung dan masih dalam tahap pendalaman. 

"Kami masih terus mendalami kasus ini. Hingga saat ini, enam saksi telah diperiksa," ujar Nazal pada Jumat (9/8/2024).

Nazal juga menambahkan bahwa jumlah saksi yang diperiksa bisa saja bertambah, mengingat penyelidikan masih berjalan. Para saksi yang sudah diperiksa merupakan warga sekitar dan pihak yang terkait dengan pondok pesantren.

Kasus ini ditangani dengan serius oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang, yang terus melakukan penyelidikan lebih mendalam.

"Kami mohon doa dari masyarakat agar kasus ini bisa segera terungkap," lanjutnya.

Menurut Nazal, hingga kini, terduga pelaku belum menjalani pemeriksaan karena ada beberapa kendala non-teknis yang dihadapi sebelumnya. Namun, ia berharap proses tersebut dapat segera dilakukan.

"Kita tidak boleh berspekulasi, dan saat ini masih terlalu dini untuk mengungkapkan detailnya kepada publik," jelasnya.

Kasus ini menjadi sorotan setelah puluhan santriwati diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Majalaya. Beberapa korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karawang.

"Semalam, sejumlah korban melaporkan ke Polres Karawang terkait pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan ponpes berinisial K," ungkap Saepul Rohman, kuasa hukum korban, kepada media pada Kamis (8/8/2024).

Ia menjelaskan bahwa tindakan keji ini diduga terjadi sekitar empat bulan yang lalu, namun para korban baru berani melapor sekarang karena ketakutan. Para korban, yang berusia antara 13 hingga 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP, berjumlah sekitar 20 orang, namun jumlahnya kemungkinan bisa lebih banyak.

Menurut Saepul, aksi bejat ini dilakukan dengan dalih memberikan hukuman kepada para santriwati. Korban diminta membuka pakaian mereka satu per satu sebagai bagian dari "hukuman". Beberapa korban bahkan mengaku dilecehkan saat sedang mengaji, dengan bagian tubuh mereka diraba dari belakang.

"Saat ini, enam korban telah melapor ke Polres Karawang, meskipun jumlah total korban diduga mencapai 20 orang atau lebih," tambah Saepul.

Saat ini, para korban dilaporkan mengalami trauma berat. Saepul berharap agar aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan menyelesaikan kasus ini dengan cepat untuk memastikan keadilan bagi para korban.

"Kami berharap polisi dapat segera mengusut tuntas kasus ini agar keadilan dapat ditegakkan," tutupnya.

Editor : Rizki R

Kami hadir di Google News
Dan jangan lupa ikuti Saluran WA
Via DAERAH
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

❤️

Apresiasi Karya Suarana.com

Dukung kami untuk terus menghadirkan informasi dan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nominal Apresiasi
Rp
Minimal apresiasi Rp25.000
Scan QRIS untuk Membayar
Nominal:
Msp Print
NMID: ID1022225786493

Setelah melakukan pembayaran, silakan kirim bukti pembayaran melalui WhatsApp untuk konfirmasi.

Advertisement
❤️

Apresiasi Karya Suarana.com

Dukung kami untuk terus menghadirkan informasi dan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nominal Apresiasi
Rp
Minimal apresiasi Rp25.000
Scan QRIS untuk Membayar
Nominal:
Msp Print
NMID: ID1022225786493

Setelah melakukan pembayaran, silakan kirim bukti pembayaran melalui WhatsApp untuk konfirmasi.

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Gajah Cup Mini Soccer 2026 Jadi Ajang Konsolidasi Pengurus PSI Karawang

Redaksi- 8:24:00 PM 0
Gajah Cup Mini Soccer 2026 Jadi Ajang Konsolidasi Pengurus PSI Karawang
KARAWANG | Suarana.com - Gajah Cup Mini Soccer 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan olahraga, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat sila…

Trending

LBH Arya Mandalika Desak Revitalisasi Pasar Kanoman Cirebon Ditunda, Soroti Retribusi dan Aset

LBH Arya Mandalika Desak Revitalisasi Pasar Kanoman Cirebon Ditunda, Soroti Retribusi dan Aset

8:10:00 AM
Oplos LPG Subsidi 3 Kg ke Tabung 12 Kg Dibongkar Polisi di Karawang

Oplos LPG Subsidi 3 Kg ke Tabung 12 Kg Dibongkar Polisi di Karawang

9:51:00 PM
Muaythai Karawang Raih 8 Medali di Kejurnas Indonesia Muaythai Championship 2026

Muaythai Karawang Raih 8 Medali di Kejurnas Indonesia Muaythai Championship 2026

8:21:00 AM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi