Telusuri
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Baca E-Paper Suarana Gratis
Beranda DAERAH HEADLINE HUKRIM KARAWANG PILKADA POLITIK Pegiat Sosial Puga Hilal Bayhaqie Terima Ancaman Pembunuhan, Minta Calon Bupati Karawang Tindaklanjuti
DAERAH HEADLINE HUKRIM KARAWANG PILKADA POLITIK

Pegiat Sosial Puga Hilal Bayhaqie Terima Ancaman Pembunuhan, Minta Calon Bupati Karawang Tindaklanjuti

Redaksi
Redaksi
22 Okt, 2024 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Poto Puga Hilal Bayhaqie  pemeriksaan di Mapolres Karawang Dok Istimewa.

KARAWANG | Suarana.com – Puga Hilal Bayhaqie, seorang pegiat sosial yang dikenal kritis terhadap pemerintah daerah, mengungkapkan bahwa ia telah menerima ancaman pembunuhan setelah menyuarakan kritik terhadap tindakan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Ancaman tersebut muncul pasca konten video yang ditayangkan Puga mengenai pemborosan dalam perayaan HUT Kabupaten Karawang ke-391, di mana sejumlah tumpeng dibuang pada 14 September 2024.

Pada 16 September 2024, Puga menerima pesan suara dari nomor tidak dikenal, yang mengancam akan meminum darahnya. “Saya bingung, apa kesalahan saya? Namun, dia menjawab 'tumpeng'," ungkap Puga usai pemeriksaan di Mapolres Karawang.

Puga meminta agar H. Aep Syaepuloh melaporkan pemilik nomor tersebut ke pihak kepolisian. Ia menganggap penting keterlibatan Bupati dalam pelaporan ini, mengingat ancaman tersebut menyebutkan “dunungan” yang mengarah pada sosok H. Aep. 

“Saya butuh kepastian apakah orang yang mengancam saya ini memiliki hubungan dengan Bapak H. Aep atau tidak,” tegasnya pada Suarana.com Selasa (22/10/2024) .

Menurut Puga, jika H. Aep memilih untuk tidak bertindak, hal itu bisa diartikan sebagai pembiaran terhadap ancaman yang dihadapinya. Puga menekankan bahwa sebagai kepala daerah, H. Aep tidak seharusnya membiarkan tindakan kekerasan terhadap warganya, terlepas dari perbedaan pandangan politik.

“Diamnya dia bisa ditafsirkan sebagai bentuk persetujuan terhadap ancaman ini. Ini sangat membahayakan proses demokrasi di daerah,” tambah Puga. 

Ia juga mengingatkan bahwa kritik publik, terutama melalui media sosial, merupakan bagian penting dari pilar demokrasi.

Kasus ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh para pegiat sosial dan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berekspresi di tengah iklim politik yang penuh ketegangan.

  • Rls/Red


Kami hadir di Google News
Dan jangan lupa ikuti Saluran WA
Via DAERAH
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -

Ads

Ads

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Satu per Satu Pejabat Bank Terseret, Kasus KPR Karawang Kini Jerat 7 Tersangka

Redaksi- 12:48:00 AM 0
Satu per Satu Pejabat Bank Terseret, Kasus KPR Karawang Kini Jerat 7 Tersangka
KARAWANG | Suarana.com – Kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Himbara Kantor Cabang Karawang pada PT Bumi Arta Sedayu (BAS) peri…
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner

Hubungi Kami

089678588388 Suaranagroup@gmail.com
Lamaran Palumbonsari
Karawang Timur
Kab. Karawang 41314
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi