Telusuri
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Beranda BERITA UTAMA KARAWANG Pemerintahan Kick Off PAD dengan Doa? Pemerintah Karawang Dinilai Kehilangan Arah
BERITA UTAMA KARAWANG Pemerintahan

Kick Off PAD dengan Doa? Pemerintah Karawang Dinilai Kehilangan Arah

Redaksi
Redaksi
02 Des, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KARAWANG | Suarana.com - Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai melakukan pendekatan simbolik dalam mengatasi persoalan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu muncul setelah kegiatan religius digelar sebagai pembuka program peningkatan PAD, alih-alih menyusun strategi kebijakan konkret.

Kritik tersebut disampaikan Divisi Advokasi dan Kebijakan Publik LBH Cakra Indonesia, Wahyudin. Menurutnya, langkah pemerintah yang menjadikan acara doa bersama sebagai momentum peningkatan PAD menunjukkan gejala birokrasi yang kehabisan gagasan.

“Ini bukan soal agama. Ini soal kemalasan intelektual dalam bernegara,” ujar Wahyudin.

Ia menilai, daerah sebesar Karawang seharusnya memiliki strategi ekonomi berbasis kebijakan yang terukur, bukan sekadar mengandalkan acara seremonial.

Karawang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Barat, pusat produksi pangan, serta jalur ekonomi strategis nasional. Namun menurut Wahyudin, potensi tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal karena pemerintah lebih memilih pendekatan simbolik dibanding reformasi kebijakan.

“Alih-alih melakukan reformasi pajak, transparansi retribusi, pemberantasan rente, atau menciptakan nilai ekonomi baru, pemerintah justru memilih strategi paling murah: mengganti kerja dengan simbolisme,” tegasnya.

Wahyudin menyebut fenomena ini sebagai ciri pemerintahan rente—yakni pola kekuasaan yang hidup dari pungutan, bukan dari kerja sistematis dan inovasi kebijakan.

Ia juga menyebut sejumlah persoalan yang belum ditangani pemerintah secara serius, di antaranya:

  • Kebocoran PAD
  • BUMD yang masih menjadi beban daerah
  • Perizinan yang rumit dan tidak ramah investasi
  • UMKM yang tidak mendapatkan dukungan optimal
  • Pertanian yang termarginalkan
  • Pungutan liar yang masih terjadi di berbagai sektor

Menurutnya, langkah pemerintah menjadikan kegiatan doa sebagai strategi peningkatan PAD berpotensi menjadi tameng moral yang menutupi kegagalan manajerial dan tata kelola pemerintahan.

“Doa itu mulia. Tetapi ketika ia dijadikan substitusi atas kerja, itu menjadi simbol kekosongan gagasan,” katanya.

Ia menegaskan, masyarakat Karawang tidak membutuhkan panggung seremonial atau legitimasi religius, melainkan keberanian pemerintah untuk membongkar praktik rente, memperbaiki tata kelola anggaran, dan menciptakan nilai ekonomi riil.

“Karawang tidak kekurangan masjid. Yang kurang adalah birokrat dengan keberanian berpikir dan kemauan mengubah struktur,” tutupnya.(red)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

❤️

Apresiasi Karya Suarana.com

Dukung kami untuk terus menghadirkan informasi dan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nominal Apresiasi
Rp
Input Disini
Scan QRIS untuk Membayar
Nominal:
Msp Print
NMID: ID1022225786493

Setelah melakukan pembayaran, silakan kirim bukti pembayaran melalui WhatsApp untuk konfirmasi.

Advertisement
❤️

Apresiasi Karya Suarana.com

Dukung kami untuk terus menghadirkan informasi dan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nominal Apresiasi
Rp
Minimal apresiasi Rp25.000
Scan QRIS untuk Membayar
Nominal:
Msp Print
NMID: ID1022225786493

Setelah melakukan pembayaran, silakan kirim bukti pembayaran melalui WhatsApp untuk konfirmasi.

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Dugaan Kredit Fiktif BTN di Karawang, LPKSM SATRIA: Konsumen Berhak Mendapat Kepastian Hukum

Redaksi- 6:25:00 PM 0
Dugaan Kredit Fiktif BTN di Karawang, LPKSM SATRIA: Konsumen Berhak Mendapat Kepastian Hukum
KARAWANG | Suarana.com -  Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) SATRIA Pengurus Daerah Jawa Barat mendesak adanya transparansi dan kepasti…

Trending

Istri Lebih Banyak Gugat Cerai di Karawang, Suami Tak Nafkahi hingga Terjerat Judi Online

Istri Lebih Banyak Gugat Cerai di Karawang, Suami Tak Nafkahi hingga Terjerat Judi Online

7:17:00 PM
Kejari Karawang Dalami Dugaan Korupsi KPR BTN, 269 Saksi Diperiksa

Kejari Karawang Dalami Dugaan Korupsi KPR BTN, 269 Saksi Diperiksa

6:48:00 PM
Ketua PSI Karawang M Ilham Kamil Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Republik Indonesia

Ketua PSI Karawang M Ilham Kamil Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Republik Indonesia

5:03:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi