BERITA UTAMA
DAERAH
Kepolisian
MEDSOS
0
Gerakan Pangan Murah Polres Karawang Tuai Sorotan, Warganet: “Polisi Kok Jualan?”
KARAWANG | Suarana.com – Rencana Polres Karawang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapang Karang Pawitan, Selasa (24/2/2026), menuai beragam respons dari masyarakat. Program yang digagas untuk menjaga stabilitas harga dan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) tersebut justru mendapat komentar pedas dari sejumlah warganet.
Kegiatan yang dijadwalkan dihadiri Kapolda Jawa Barat, Kapolres Karawang, serta unsur Forkopimda Kabupaten Karawang itu merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau, seperti beras premium Rp14.700/kg, beras medium SPHP Rp11.500/kg, gula Rp17.000/kg, Minyak Kita Rp14.500/liter, hingga daging sapi Rp120.000/kg.
Namun, di media sosial, sejumlah komentar mempertanyakan langkah kepolisian yang dinilai keluar dari tugas pokoknya.
Akun Heri, misalnya, menuliskan, “Jangan percaya polisi, ngurus lalu lintas dan lampu merah aja gak becus apalagi jualan pangan.”
Komentar serupa datang dari Ance Supriatna yang menyebut urusan pangan seharusnya menjadi kewenangan dinas terkait. “Masih banyak penjahat di luar, kalau masalah pangan serahkan saja ke Disperindag. Kenapa kepolisian ikut campur masalah sembako? Tangkap saja yang nimbun sembako,” tulisnya.
Sementara itu, akun Adiarno Prandoko menyindir agar sembako dibagikan gratis. “Duit tilangan buat belanja sembako dibagikan gratis ke masyarakat, itu baru keren,” tulisnya.
Beberapa warganet lain mempertanyakan kondisi keamanan daerah. “Apa negara ini sudah aman? Tidak ada maling, tidak ada rampok, tidak ada pelanggaran lalu lintas?” tulis akun Oceng Suntana.
Kritik juga diarahkan pada efektivitas program pasar murah. Akun Dedy Brothers Deef menilai langkah tersebut bukan solusi jangka panjang. Ia mempertanyakan penyebab kenaikan harga di pasar, apakah karena kelangkaan, gagal panen, atau adanya mafia pangan.
“Kalau mau harga stabil, berantas mafianya. Dagang beras dan minyak itu urusan pedagang sembako,” tulisnya.
Meski demikian, program Gerakan Pangan Murah tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga menjelang Ramadhan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait komentar warganet tersebut.(rizki ramdani)
Sumber: Facebook
Via
BERITA UTAMA
.jpg)