Telusuri
24 C
id
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Baca E-Paper Suarana Gratis
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda JEPARA PERISTIWA Hadapi Potensi Kekeringan, Pemkab Jepara Siapkan Irigasi, Embung hingga 30 Sumur Dalam
JEPARA PERISTIWA

Hadapi Potensi Kekeringan, Pemkab Jepara Siapkan Irigasi, Embung hingga 30 Sumur Dalam

Redaksi
Redaksi
29 Sep, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

JEPARA | Suarana.com – Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat mengganggu sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan jaringan irigasi, fasilitasi pembangunan bendung dan embung, hingga pembangunan 30 titik sumur dalam di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara Mudhofir mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam. Keterbatasan pasokan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Embung Belik Gesing di Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Jumat (25/6).

“Pemkab Jepara berupaya bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petani agar penggunaan air bisa lebih efisien,” kata Mudhofir.

Pengelolaan Air Disesuaikan Kondisi Lahan


Selain membangun infrastruktur sumber air, DKPP Jepara melakukan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan. Pendampingan dilakukan untuk membantu petani menyesuaikan pola dan teknik pertanaman dengan kondisi ketersediaan air di wilayah masing-masing.

Data kondisi lahan serta persoalan yang dihadapi petani menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan risiko tanaman mengalami puso atau gagal panen akibat kekurangan air.

Dari sekitar 21 ribu hektare Lahan Baku Sawah (LBS) di Jepara, sekitar 30 persen masih ditanami padi pada musim tanam ketiga. Kondisi tersebut membuat pengelolaan air menjadi bagian penting dalam mempertahankan produktivitas pertanian.

Sejumlah wilayah di Jepara juga pernah mengalami dampak kekeringan, salah satunya Kecamatan Kedung.

Embung Didorong untuk Dukung Irigasi Pertanian


Pemkab Jepara juga mendorong pembangunan embung di wilayah yang memiliki sumber air dan berpotensi dimanfaatkan untuk pertanian.

Salah satunya Embung Belik Gesing di Desa Bringin. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 500 meter kubik dan dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian seluas sekitar 11 hektare.

“Kalau ada sumber air di dekat lahan pertanian, kami minta diinformasikan agar bisa kami fasilitasi,” ujar Mudhofir.

Namun, keberadaan embung tidak selalu menjamin ketersediaan air sepanjang musim kemarau. Embung yang berada di wilayah dengan sumber air terbatas tetap berpotensi mengalami kekeringan apabila musim kemarau berlangsung panjang.

Bangun 30 Sumur Dalam


Untuk memperkuat sumber air alternatif, DKPP Jepara juga membangun 30 titik sumur dalam pada tahun ini. Tiga di antaranya dilengkapi tenaga surya untuk mendukung operasional pompa, khususnya pada lokasi yang dinilai memiliki manfaat besar bagi kebutuhan pertanian.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas sumber air bagi lahan pertanian ketika pasokan dari embung maupun jaringan irigasi mengalami keterbatasan.

Petani Rasakan Manfaat Embung


Manfaat Embung Belik Gesing salah satunya dirasakan Kelompok Tani Ngudi Karaharjan 1. Embung yang dibangun melalui bantuan Kementerian Pertanian tersebut saat ini telah difungsikan untuk mendukung kebutuhan air pertanian.

Pembangunan embung tersebut akan dilanjutkan pada tahun depan untuk tahap finishing.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Karaharjan 1, Zainal Sholikin, mengatakan keberadaan embung membantu menjaga pasokan air bagi sekitar 20 petani yang mengusahakan tanaman padi, jagung, dan kacang.

“Adanya embung membuat debit air lebih terjamin,” katanya.

Melalui pembenahan irigasi, pembangunan embung dan sumur dalam, serta pendampingan kepada petani, Pemkab Jepara terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko dampak kekeringan terhadap produksi pangan di Jepara.


(Adv/Red)
Via JEPARA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -

Ads

Ads

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Jenazah Ilham Tiba di Jepara, Sepupu Ungkap Detik-Detik Terakhir di KMP Virgo

Redaksi- 8:36:00 PM 0
Jenazah Ilham Tiba di Jepara, Sepupu Ungkap Detik-Detik Terakhir di KMP Virgo
JEPARA | Suarana.com – Jenazah Ilham Muhammad Rojab (21), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara, akhirnya tiba di rumah duka, Selasa (29/9/2026). Il…
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner

Hubungi Kami

089678588388 Suaranagroup@gmail.com
Lamaran Palumbonsari
Karawang Timur
Kab. Karawang 41314
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi