BERITA UTAMA
NASIONAL
PERISTIWA
0

Keluarga Masih Menunggu Kabar, Kapolda Banten Temui Istri Pewarta ANTARA yang Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG | Suarana.com - Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mendatangi Pos SAR Nasional untuk memberikan dukungan langsung kepada keluarga pewarta foto ANTARA yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam kunjungan tersebut, Hengki menemui istri pewarta yang masih menunggu kabar mengenai keberadaan suaminya. Ia meminta pihak keluarga tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses pencarian kepada tim SAR gabungan yang terus bekerja di lapangan.
"Kita berdoa agar semuanya berjalan lancar. Jadi yang tenang ya," ucap Hengki di Pandeglang, Selasa (8/9/2026).
Kapolda Banten turut menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang menimpa rombongan jurnalis tersebut. Ia berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan selama menunggu perkembangan operasi pencarian.
"Banyak baca-baca doa ya, semua bisa lancar dan mudah-mudahan semua selamat," tuturnya.
Menurut Hengki, seluruh unsur SAR yang terlibat telah diminta mengoptimalkan upaya pencarian dengan tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan personel.
"Seluruh tim yang dikerahkan agar memastikan kesiapan dan kerja keras secara maksimal dalam keterpaduan tim SAR ini," paparnya.
Selain mendukung operasi pencarian di wilayah perairan, Polda Banten juga menyiagakan tim dokter serta berbagai fasilitas pendukung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan medis maupun proses identifikasi apabila terdapat perkembangan dalam operasi pencarian.
Hengki juga meminta agar keluarga korban yang datang dan menunggu proses pencarian mendapatkan fasilitas yang layak.
"Saya minta fasilitas tempat istirahat bagi pihak keluarga korban yang datang dan menunggu proses pencarian," katanya.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, Kapolda mengingatkan seluruh unsur yang terlibat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan. Tim diminta terus memantau perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta kondisi cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Polda Banten juga menyiapkan mekanisme satu pintu dalam penyampaian informasi mengenai perkembangan pencarian. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya informasi simpang siur di tengah keluarga korban maupun masyarakat.
"Untuk menghindari simpang siur informasi, pihak kepolisian membentuk Grup WhatsApp khusus Satgas Terpadu Pencarian. Penyampaian informasi kepada publik maupun rekan-rekan media hanya akan dilakukan melalui satu pintu," kata Hengki.
Sementara itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas serta unsur TNI dan Polri kembali melanjutkan pencarian terhadap speedboat yang membawa rombongan jurnalis.
Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak ketika melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung ke sejumlah wilayah perairan. Tim SAR gabungan juga terus berkoordinasi untuk memperluas area pencarian guna menemukan rombongan yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Sumber : Berbagai Sumber
Editor : Rizki
Editor : Rizki
Via
BERITA UTAMA