Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKRIM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda Pasar tradisional SUKABUMI Dilema Ibu-ibu Saat Membeli Kebutuhan di Pasar
Pasar tradisional SUKABUMI

Dilema Ibu-ibu Saat Membeli Kebutuhan di Pasar

Redaksi
Redaksi
17 Apr, 2023 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Berbagai jenis kebutuhan dasar rumah tangga

  

SUKABUMI | SUARANA - Memasuki Minggu yang bikin  pusing, bagi sebagian ibu-ibu karena harus berjibaku dengan harga bapokting yang semakin merangkak naik.


Penelurusan wartawan kepasar pelita Kota Sukabumi, pada Senin 17/04/2023, menunjukkan adanya kenaikan dari berbagai jenis kebutuhan dasar rumah tangga.

Apapun startegi pemerintah dalam menstabilkan harga pokok tetap saja dianggap gagal dalam hal ini.


Menurut salah satu Warga yang sedang berbelanja kebutuhan pokok menuturkan,"Hampir setiap dua hari sekali saya mampir kepasar untuk berbelanja memasak, kebetulan rumah saya juga tidak jauh dari sini,dan sepertinya harga bapokting ada aja kenaikannya,dari beras sampai daging semuanya naik",ujar Rere (33) pembeli dipasar pelita Kota Sukabumi.


Upaya pemerintah setempat dalam mengontrol dan menstabilkan harga pokok dipasar tradisional cenderung kurang berdampak positif bagi masyarakat.

Mengingat telah diadakannya kegiatan bazar dan pasar murah,namun harga tetap saja mengalami perubahan setiap harinya.


Pasokan barang yang telat, dan kelangkaan stok dari petani/daerah sehingga penjual menaikan harga.

Wawan salahsatu pedagang bumbu dapur menuturkan kepada wartawan," Sulit kalau untuk menstabilkan harga karena kebutuhan masyarakat kan setiap hari sedangkan operasi pasar dari pemerintah hanya kadang-kadang saja, dan dari petaninya juga telat jadinya kadang kita kekurangan barang dagangan juga, sehingga harga ikutan naik,"ujarnya.


Fenomena ini sudah lumrah terjadi, dan entah sampai kapan keadaan masyarakat terutama menegah kebawah tidak lagi mengalami kesedihan seperti ini.



Reporter: Rinto Wahyudi.

Via Pasar tradisional
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News
>

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Jembatan Air Lawai B Mulai Dibangun, Proyek Rp18 Miliar Ini Dibiayai CSR Pengusaha

Redaksi- 6:19:00 PM 0
Jembatan Air Lawai B Mulai Dibangun, Proyek Rp18 Miliar Ini Dibiayai CSR Pengusaha
LAHAT | Suarana.com -  Setelah sempat lumpuh akibat ambruknya jembatan vital di jalur utama, pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B di Kabupaten Lahat akhi…

Trending

Genjot PMBM 2026, MAN 2 Karawang Targetkan Siswa Baru Lebih Banyak dari Lulusan

Genjot PMBM 2026, MAN 2 Karawang Targetkan Siswa Baru Lebih Banyak dari Lulusan

8:30:00 AM
Hari Nelayan 2026 di Karawang, Ratusan Warga Pesisir Tolak Kebijakan yang Dinilai Menggusur

Hari Nelayan 2026 di Karawang, Ratusan Warga Pesisir Tolak Kebijakan yang Dinilai Menggusur

5:22:00 PM
Bermodal Rekomendasi, PT Duta Ampel Mulia Cabang Karawang Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Sejumlah Instansi Disorot

Bermodal Rekomendasi, PT Duta Ampel Mulia Cabang Karawang Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Sejumlah Instansi Disorot

9:44:00 AM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA.com Protection Status Google News
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi