Telusuri
24 C
id
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Baca E-Paper Suarana Gratis
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA DAERAH Hari Nelayan 2026 di Karawang, Ratusan Warga Pesisir Tolak Kebijakan yang Dinilai Menggusur
BERITA UTAMA DAERAH

Hari Nelayan 2026 di Karawang, Ratusan Warga Pesisir Tolak Kebijakan yang Dinilai Menggusur

Redaksi
Redaksi
09 Apr, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

KARAWANG | Suarana.com – Ratusan masyarakat pesisir memperingati Hari Nelayan 2026 di Desa Sedari, Kabupaten Karawang, Selasa (8/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, mereka menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai mengancam ruang hidup nelayan dan petambak.

Aksi yang diikuti sekitar 650 peserta ini melibatkan nelayan, petambak, mahasiswa, serta organisasi masyarakat sipil. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Tani Kabupaten Serikat Pekerja Tani Karawang (DPTK SEPETAK) bersama Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (IARA).

Mengusung tema “Ruang Hidup Kami Bukan Kawasan Hutan – Tolak Revitalisasi yang Menggusur”, peringatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat pesisir untuk menyampaikan aspirasi dan keresahan mereka terhadap penetapan kawasan hutan serta program revitalisasi tambak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan orasi, dilanjutkan karnaval aksi dari kawasan wisata mangrove menuju tambak rakyat. Para peserta membawa poster, spanduk tuntutan, serta berbagai simbol yang menggambarkan kondisi masyarakat pesisir.

Aksi juga diwarnai teatrikal yang menggambarkan konflik agraria, termasuk penggusuran tambak dan hilangnya sumber penghidupan. Selain itu, melalui mimbar bebas, nelayan dan petambak menyampaikan langsung pengalaman serta tuntutan mereka.

Dalam deklarasi sikap yang dibacakan di akhir kegiatan, peserta menyatakan penolakan terhadap penetapan kawasan hutan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, menolak program revitalisasi tanpa persetujuan masyarakat, serta mendesak penghentian kebijakan yang dinilai mengancam kehidupan pesisir.

Kegiatan berlangsung tertib dan damai. Masyarakat berharap pemerintah daerah hingga pusat membuka ruang dialog serta mengevaluasi kebijakan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Peringatan Hari Nelayan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam pembangunan dan harus dilibatkan serta dilindungi hak-haknya.


Editor: Rizki
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -

Ads

Ads

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

PP GPII Desak Dugaan Kekerasan Kader HMI Karawang Diusut Tuntas

Redaksi- 7:30:00 PM 0
PP GPII Desak Dugaan Kekerasan Kader HMI Karawang Diusut Tuntas
KARAWANG | Suarana.com – Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mengecam dugaan kekerasan dan intimidasi terhadap seorang kader Himpunan Mahas…
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner

Hubungi Kami

089678588388 Suaranagroup@gmail.com
Lamaran Palumbonsari
Karawang Timur
Kab. Karawang 41314
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi