Telusuri
  • Masuk / Bergabung
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Beranda BANDUNG KORUPSI KPK Maraknya Pejabat Daerah Kena OTT KPK, Rohmat Selamat: Lemahnya Akuntabilitas dan Tidak Transparan Dalam Pengelolaan Anggaran
BANDUNG KORUPSI KPK

Maraknya Pejabat Daerah Kena OTT KPK, Rohmat Selamat: Lemahnya Akuntabilitas dan Tidak Transparan Dalam Pengelolaan Anggaran

Redaksi
Redaksi
15 Apr, 2023 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 


BOGOR | SUARANA – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] terus bergerak melakukan operasi tangkap tangan [OTT]. Dalam OTT tersebut, sejumlah pejabat pusat maupun daerah terbukti melakukan tindak pidana korupsi.


Terbaru, Wali Kota Bandung Nana Suryana, yang terjaring OTT KPK pada Jumat [14/4/2023].


Menanggapi hal itu, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia Bogor Raya, Rohmat Selamat, SH, MKn mengatakan, fenomena pejabat terjaring OTT KPK, menunjukkan masih lemahnya sistem pencegahan korupsi di tingkat daerah.


“ Perilaku koruptif tidak hanya karena persoalan mental saja, namun sejatinya penyebab maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi adalah akibat buruknya sistem pengkaderan dalam partai politik. Selain itu, praktik mahar politik menurutnya juga menjadi salah satu penyebab kepala daerah memiliki ketergantungan untuk melakukan ‘politik balas budi’,” kata Rohmat Selamat kepada Bogor Suarana, Sabtu [15/4/2023]


Menurut Rohmat, perilaku koruptif ini   juga sebagai akibat dari kepala daerah yang saat pencalonan didukung berbagai pihak, diantaranya para cukong, sehingga kepala daerah tidak independen, dan tersandera dengan bayang-bayang para penyokongnya.


“Kepala daerah tidak bisa independen karena bergantung (pada penyokongnya),” jelasnya


Sebut Rohmat, persoalan kepala daerah banyak terjerat korupsi bukan masalah pilkada langsung atau tidak langsung, tapi masalah sistem di dalamnya.


Selain itu, kata Rohmat,  lemahnya akuntabilitas dan kurang nya transparansi dalam pengelolaan anggaran, pengelolaan asset dan dalam pengadaan barang dan jasa, sehingga menyebabkan kepala daerah melakukan tindak pidana korupsi.


Jurnalis : Tanto

Via BANDUNG
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Gugatan atas Pemadaman Listrik Resmi Masuk BPSK, PLN Segera Dipanggil

Redaksi- 10:05:00 PM 0
Gugatan atas Pemadaman Listrik Resmi Masuk BPSK, PLN Segera Dipanggil
BANDUNG | Suarana.com – Ketua Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, Dr. Firman Tumantara End, memastikan bah…

Trending

Diterpa Isu 'Ena-Ena', Kuasa Hukum Kadishub Karawang: Kami Tunggu Pembuktiannya!

Diterpa Isu 'Ena-Ena', Kuasa Hukum Kadishub Karawang: Kami Tunggu Pembuktiannya!

7:43:00 PM
Kapten NZ Ithar Antar Bina Patra Fantasista Academy U-9 Juarai Piala GEAS Jawa Barat, Siap Harumkan Nama Jabar di Tingkat Nasional

Kapten NZ Ithar Antar Bina Patra Fantasista Academy U-9 Juarai Piala GEAS Jawa Barat, Siap Harumkan Nama Jabar di Tingkat Nasional

5:32:00 PM
Askun Lepas Atlet ISSI Karawang ke Kejurnas 2026, Optimistis Bawa Pulang Prestasi

Askun Lepas Atlet ISSI Karawang ke Kejurnas 2026, Optimistis Bawa Pulang Prestasi

3:44:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi