Telusuri
  • Masuk / Bergabung
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKRIM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Beranda NEWS PERTANIAN Harga Gabah Naik Di Karawang
NEWS PERTANIAN

Harga Gabah Naik Di Karawang

Redaksi
Redaksi
18 Mei, 2023 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 


KARAWANG | SUARANA - Harga gabah dari petani di Kabupaten Karawang saat ini mengalami kenaikan.


Wahyu, Subkontraktor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang menyebutkan selain bahan pokok, beras pun mengalami peningkatan harga. Hal ini terbukti dari adanya kelonjakan harga gabah yang dijual oleh petani. Saat ini harga gabah menyentuh angka 6 ribu dari petani. Selain itu untuk harga beras di angka 9 ribu dari petani.


“Kalau untuk beras memang sekarang harga jual gabah di petani sendiri cukup tinggi. Di sekitar angka 6 ribu dari petani untuk gabah, kalau beras sendiri 9 ribu dari petani,” ujarnya pada Rabu (17/5/2023).


Ia memaparkan kembali jika adanya beras dari Provinsi Jawa Barat dan Timur pun menjadi penyebab kenaikan harga beras di Kabupaten Karawang. Selain itu pun penjualan beras Karawang ke luar daerah mengakibatkan ketersediaan beras berkurang dan harga menjadi melonjak. Saat ini jumlah perputaran beras di Karawang ada sebanyak 10 ribu ton.


“Disamping itu juga di kita ada beberapa hal yang berpengaruh misalkan saat ada beras dari Jawa Tengah dan Timur banyak yang masuk jadi beras di Karawang jadi menurun, kemudian juga adanya permintaan dari luar cukup tinggi. Misalkan Bulog menerima harga jual beras 7000 dan pasar induk 7500 jadi membuat petani menjual beras ke daerah lain dan mengakibatkan harga beras kita naik. Perputaran beras di Pasar Johar per Minggu 10 ribu ton, ini dalam kondisi rata-rata,” tambahnya.


Ia memiliki harapan agar dapat mengembangkan alat pertanian. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan beras bagi masyarakat dan mengurangi ketergantungan


“Secara agroteknologi dapat ditingkatkan lagi untuk pertanian, di kita masih belum ada perubahan. Misal dengan lahan yang besar dapat digunakan sebagai lahan pertanian dengan teknologi supaya kita bisa eksport beras,” pungkasnya.


(Rizki)

Via NEWS
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News
>

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Ngaku Utusan KPK, Penipu Gasak Rp 300 Juta dari Ahmad Sahroni

Redaksi- 11:56:00 AM 0
Ngaku Utusan KPK, Penipu Gasak Rp 300 Juta dari Ahmad Sahroni
JAKARTA | Suarana.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menjadi korban dugaan penipuan oleh seorang wanita yang mengaku sebagai pegawai Komisi P…

Trending

Hari Nelayan 2026 di Karawang, Ratusan Warga Pesisir Tolak Kebijakan yang Dinilai Menggusur

Hari Nelayan 2026 di Karawang, Ratusan Warga Pesisir Tolak Kebijakan yang Dinilai Menggusur

5:22:00 PM
Genjot PMBM 2026, MAN 2 Karawang Targetkan Siswa Baru Lebih Banyak dari Lulusan

Genjot PMBM 2026, MAN 2 Karawang Targetkan Siswa Baru Lebih Banyak dari Lulusan

8:30:00 AM
Bermodal Rekomendasi, PT Duta Ampel Mulia Cabang Karawang Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Sejumlah Instansi Disorot

Bermodal Rekomendasi, PT Duta Ampel Mulia Cabang Karawang Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Sejumlah Instansi Disorot

9:44:00 AM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA.com Protection Status Google News
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi