Iklan

,

Iklan

iklan

Indeks Kanal

Bupati Meresmikan Jembatan penghubung Desa di Tegalbuleud kab Sukabumi

Redaktur
July 16, 2023, 7:35:00 PM WIB Last Updated 2023-07-30T04:13:04Z

Foto: gunting pita peresmian jembatan oleh Bupati Sukabumi 

SUKABUMI SUARANA- Warga masyarakat Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi bersuka cita, pasalnya, jembatan yang menjadi jalan penghubung di desa tersebut telah selesai dibangun. Bahkan jembatan Gantung Bolenglang tersebut, telah diresmikan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami,16/07/2023


Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun, jembatan sepanjang 50x1,3 meter itu menghubungkan sejumlah kampung. Hal itu diantaranya, Bolenglang Puncak Kaleang, Cadas Malang, dan kampung sekitarnya. Jembatan yang dapat menampung beban sekitar 400kg ini, menjadi akses utama warga untuk pendidikan hingga mengantar hasil bumi. Apalagi, ada sekitar 250 kepala keluarga yang mengakses jembatan tersebut.


Warga Puncak Kaleang, Odin (63) mengaku bersyukur telah dibangun dan diresmikannya jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan tersebut sangat berguna bagi masyarakat. 


"Kami sangat bersyukur atas bantuan pemerintah. Terima kasih pak bupati. Jembatan ini sangat berguna untuk kami," ujarnya. 


Jembatan yang telah dibangun ini, membuat warga dengan mudah kembali mengangkut hasil bumi. Termasuk para siswa yang tak perlu bersusah payah untuk berangkat ke sekolah. 


"Jembatan ini kegunaan nya sangat penting, jadi memang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Semoga saja jembatan ini awet sehingga bisa lebih lama digunakan masyarakat," ucapnya. 


Sebelumnya, masyarakat sekitar memiliki akses jembatan untuk melintas. Namun, jembatan itu hancur akibat bencana banjir yang melanda Sungai Cicurug. 


"Akibat jembatan putus, akses kami terhambat. Alhasil banyak warga yang kesulitan melintas. Bahkan, anak sekolah pun jarang sekolah. Kalaupun memaksakan mereka harus menyebrangi sungai dengan menerjang air. Alhamdulillah, sekarang akses mudah kembali," ungkapnya.


Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, pembangunan jembatan ini berasal dari biaya tidak terduga (BTT). Pasalnya di wilayah itu sempat ada jembatan, namun hancur akibat bencana. 


"Jembatan di sini terkena bencana. Sehingga aktifitas masyarakat terganggu. Atas hal itu, kami memberikan jalan lewat BTT . Selagi memungkinkan dan ada anggaran yang bisa didorong, kita dorong," terangnya. 


Apalagi, sekitar 250 KK yang mobilitas sangat membutuhkan jembatan tersebut. Baik sebagai penunjang pendidikan, kesehatan, maupun membawa hasil pertanian. 


"Semoga jembatan baru ini memberikan fungsi serta solusi. Pendidikan anak tidak terganggu,komunikasi dan ekonomi masyarakat berjalan baik, mari bersama -sama menjaga dan merawat jembatan ini supaya tetap dalam kondisi terbaiknya," pungkasnya 


     

                 Editor: Rin**



Iklan

Advertisement
Advertisement

Advertisement
Advertisement



Advertisement


Advertisement
Advertisement

iklan
Advertisement

iklan
Advertisement

iklan
Advertisement