Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda DAERAH KARAWANG PERISTIWA Warga Purwadana Usulkan Fasilitas Pendidikan, Tolak Pembangunan Taman
DAERAH KARAWANG PERISTIWA

Warga Purwadana Usulkan Fasilitas Pendidikan, Tolak Pembangunan Taman

Redaksi
Redaksi
14 Sep, 2024 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

KARAWANG | Suarana.com – Masyarakat Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, siap turun ke jalan jika Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang tetap membangun taman di atas tanah hibah fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari Resinda. Warga menuntut agar lahan tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan, yang dinilai lebih dibutuhkan oleh masyarakat.

Lukman N. Iraz, Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Purwadana, menyoroti dampak dari sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Menurutnya, banyak warga Desa Purwadana tidak tertampung di SMP negeri karena jarak yang jauh dari SMPN Telukjambe Timur. 

"Jarak dari sini ke SMPN Telukjambe Timur sangat jauh, sehingga dengan sistem zonasi yang ada, masyarakat, khususnya di Purwadana, sulit mendapatkan tempat di sekolah negeri," ujarnya, Jumat (13/9/2024).

Lukman menegaskan, kebutuhan utama masyarakat Purwadana adalah sarana pendidikan, bukan taman. Warga mempertanyakan kebijakan bupati yang lebih memprioritaskan pembangunan taman dibandingkan pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

“Kami heran kenapa bupati lebih peduli pada taman daripada pendidikan. Banyak taman di Karawang yang terbengkalai, seperti Taman Hutan Kota yang tak terurus, Taman Ade Irma yang berubah fungsi jadi tempat berjualan, dan Taman Budaya yang juga pengelolaannya tidak maksimal. Kenapa harus membangun taman lagi? Apakah taman lebih penting daripada masa depan generasi muda?” tegasnya.

Masyarakat Purwadana berharap Pemda mempertimbangkan kembali urgensi pembangunan taman tersebut dan mengutamakan fasilitas yang mendukung pendidikan anak-anak mereka.


  • Editor : Rizki R


Kami hadir di Google News
Dan jangan lupa ikuti Saluran WA
Via DAERAH
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Statemen “Media Butuh Duit” Berujung Kecaman, IWOI Karawang Minta MY Minta Maaf

Redaksi- 6:56:00 PM 0
Statemen “Media Butuh Duit” Berujung Kecaman, IWOI Karawang Minta MY Minta Maaf
KARAWANG | Suarana.com - Pernyataan seorang pengawas Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya berinisial MY yang menyebut “media itu butuh duit” memicu gelombang ke…

Trending

Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi