Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA PERISTIWA Tim DVI Polda Jatim Terima 55 Kantong Jenazah Korban Ambruknya Musala di Ponpes Al Khoziny
BERITA UTAMA PERISTIWA

Tim DVI Polda Jatim Terima 55 Kantong Jenazah Korban Ambruknya Musala di Ponpes Al Khoziny

Redaksi
Redaksi
06 Okt, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SURABAYA | Suarana.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur terus melakukan proses identifikasi terhadap korban ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Hingga Senin pagi (6/10/2025), total sebanyak 55 kantong jenazah telah diterima tim forensik.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki, mengungkapkan dari jumlah tersebut, lima kantong berisi bagian tubuh (body part).

“Sampai saat ini total kami menerima 55 kantong jenazah, dari awal sampai sekarang. Dari jumlah itu, lima berupa body part,” ujarnya di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Khusnan menjelaskan, lima jenazah telah teridentifikasi di Sidoarjo dan lima lainnya di RS Bhayangkara Surabaya, sehingga total sementara 10 korban telah berhasil diidentifikasi.

“Proses identifikasi masih terus berjalan. Sampel DNA keluarga telah kami kirim pada Sabtu pagi (4/10),” katanya.

Ia menambahkan, proses pencocokan DNA dilakukan di Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Jakarta. Meskipun hasil umumnya memerlukan waktu sekitar lima hari, pihaknya berharap dapat dipercepat.

“Kami sudah berkomunikasi dengan tim Laboratorium DNA Pusdokkes Polri. Prosesnya tidak bisa dipercepat secara manual karena bergantung pada mesin, tapi kami harap bisa lebih cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khusnan menegaskan bahwa tim DVI tetap menggunakan metode identifikasi ganda, yakni mencocokkan data primer seperti DNA dan gigi, serta data sekunder berupa ciri fisik dan barang pribadi korban.

“Baik data antemortem maupun postmortem kami cocokkan untuk mendapatkan hasil yang paling akurat,” pungkasnya.(*)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Gugatan atas Pemadaman Listrik Resmi Masuk BPSK, PLN Segera Dipanggil

Redaksi- 10:05:00 PM 0
Gugatan atas Pemadaman Listrik Resmi Masuk BPSK, PLN Segera Dipanggil
BANDUNG | Suarana.com – Ketua Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, Dr. Firman Tumantara End, memastikan bah…

Trending

Diterpa Isu 'Ena-Ena', Kuasa Hukum Kadishub Karawang: Kami Tunggu Pembuktiannya!

Diterpa Isu 'Ena-Ena', Kuasa Hukum Kadishub Karawang: Kami Tunggu Pembuktiannya!

7:43:00 PM
Askun Lepas Atlet ISSI Karawang ke Kejurnas 2026, Optimistis Bawa Pulang Prestasi

Askun Lepas Atlet ISSI Karawang ke Kejurnas 2026, Optimistis Bawa Pulang Prestasi

3:44:00 PM
Peringati 1 Muharram 1448 H, SMP Negeri 8 Lahat Perkuat Karakter Islami dan Jiwa Kepemimpinan Siswa

Peringati 1 Muharram 1448 H, SMP Negeri 8 Lahat Perkuat Karakter Islami dan Jiwa Kepemimpinan Siswa

1:30:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi