Telusuri
  • Masuk / Bergabung
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKRIM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Beranda BERITA UTAMA DAERAH KARAWANG DLHK Karawang Dorong Program RDF, Targetkan Tak Ada Lagi Sampah ke TPAS Jalupang
BERITA UTAMA DAERAH KARAWANG

DLHK Karawang Dorong Program RDF, Targetkan Tak Ada Lagi Sampah ke TPAS Jalupang

Redaksi
Redaksi
15 Des, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

KARAWANG | Suarana.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Asep Suryana, menegaskan rencana besar pengelolaan sampah dengan menghentikan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang. Ke depan, sampah akan dikelola melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan program Refuse Derived Fuel (RDF).

“Berhenti membuang sampah ke TPAS Jalupang. Tapi ke depan, sampah yang ada di TPAS Jalupang akan diambil dan dikelola di TPS3R melalui program RDF,” ujar Asep saat pertemuan bersama pengelola TPS3R se-Karawang, Jumat (12/12/2025).

Pernyataan Kepala DLHK yang baru menjabat beberapa pekan tersebut sempat menimbulkan keheranan peserta rapat. Pasalnya, produksi sampah di Kabupaten Karawang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kawasan industri. Setiap hari, volume sampah diperkirakan mencapai 400 hingga 500 ton, sementara kapasitas TPAS Jalupang kini mendekati kondisi overload.

Asep menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang seluruh pengelola TPS3R di Karawang untuk menyampaikan arah kebijakan baru pengelolaan sampah berbasis RDF. Menurutnya, DLHK telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak industri yang siap menampung dan membeli RDF hasil olahan TPS3R.

RDF sendiri merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari sampah perkotaan, terutama sampah non-organik seperti plastik, kertas, dan kain yang mudah terbakar. Sampah tersebut dipilah, dicacah menjadi ukuran 2 hingga 10 sentimeter, kemudian dikeringkan untuk menghilangkan kadar air sebelum dicetak menjadi bahan bakar terbarukan yang dapat menggantikan batu bara di sektor industri.

“Alurnya dimulai dari pemilahan sampah organik dan non-organik. Sampah non-organik dicacah ukuran 2 sampai 10 sentimeter, dikeringkan hingga kadar airnya hilang, lalu dicetak. Nilai pasarnya cukup menjanjikan. Selain mengatasi persoalan sampah, program ini juga diharapkan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas pria yang akrab disapa Asur tersebut.

Lebih lanjut, Asur mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga perusahaan yang siap menampung RDF dari Karawang. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen seluruh pengurus TPS3R untuk memproduksi RDF dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

“Kebutuhan industri terhadap RDF cukup tinggi. Karena itu, 32 kelompok TPS3R yang ada di Karawang harus bahu-membahu memproduksi RDF sebanyak mungkin. Tujuannya bukan hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pengurus TPS3R,” katanya.

DLHK Karawang menargetkan, apabila program RDF berjalan optimal, tidak akan ada lagi sampah yang dibuang ke TPAS Jalupang. Bahkan, sampah lama yang telah menumpuk di TPAS Jalupang direncanakan akan diangkut kembali ke TPS3R untuk memenuhi target produksi RDF.

“Selain RDF, nilai tambah lainnya adalah produksi pupuk kompos, budidaya maggot, hingga pembuatan bahan bakar dari air lindi. Pemerintah daerah akan berupaya melengkapi infrastruktur pendukung, mulai dari mesin pemilah, pencacah, pengering, pencetak, hingga gudang RDF yang menampung produksi dari seluruh TPS3R di Karawang,” pungkas Asep.(red)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News
>

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Jembatan Air Lawai B Mulai Dibangun, Proyek Rp18 Miliar Ini Dibiayai CSR Pengusaha

Redaksi- 6:19:00 PM 0
Jembatan Air Lawai B Mulai Dibangun, Proyek Rp18 Miliar Ini Dibiayai CSR Pengusaha
LAHAT | Suarana.com -  Setelah sempat lumpuh akibat ambruknya jembatan vital di jalur utama, pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B di Kabupaten Lahat akhi…

Trending

Genjot PMBM 2026, MAN 2 Karawang Targetkan Siswa Baru Lebih Banyak dari Lulusan

Genjot PMBM 2026, MAN 2 Karawang Targetkan Siswa Baru Lebih Banyak dari Lulusan

8:30:00 AM
Hari Nelayan 2026 di Karawang, Ratusan Warga Pesisir Tolak Kebijakan yang Dinilai Menggusur

Hari Nelayan 2026 di Karawang, Ratusan Warga Pesisir Tolak Kebijakan yang Dinilai Menggusur

5:22:00 PM
Bermodal Rekomendasi, PT Duta Ampel Mulia Cabang Karawang Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Sejumlah Instansi Disorot

Bermodal Rekomendasi, PT Duta Ampel Mulia Cabang Karawang Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Sejumlah Instansi Disorot

9:44:00 AM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA.com Protection Status Google News
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi