Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKRIM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA KARAWANG Pemerintahan Kick Off PAD dengan Doa? Pemerintah Karawang Dinilai Kehilangan Arah
BERITA UTAMA KARAWANG Pemerintahan

Kick Off PAD dengan Doa? Pemerintah Karawang Dinilai Kehilangan Arah

Redaksi
Redaksi
02 Des, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KARAWANG | Suarana.com - Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai melakukan pendekatan simbolik dalam mengatasi persoalan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu muncul setelah kegiatan religius digelar sebagai pembuka program peningkatan PAD, alih-alih menyusun strategi kebijakan konkret.

Kritik tersebut disampaikan Divisi Advokasi dan Kebijakan Publik LBH Cakra Indonesia, Wahyudin. Menurutnya, langkah pemerintah yang menjadikan acara doa bersama sebagai momentum peningkatan PAD menunjukkan gejala birokrasi yang kehabisan gagasan.

“Ini bukan soal agama. Ini soal kemalasan intelektual dalam bernegara,” ujar Wahyudin.

Ia menilai, daerah sebesar Karawang seharusnya memiliki strategi ekonomi berbasis kebijakan yang terukur, bukan sekadar mengandalkan acara seremonial.

Karawang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Barat, pusat produksi pangan, serta jalur ekonomi strategis nasional. Namun menurut Wahyudin, potensi tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal karena pemerintah lebih memilih pendekatan simbolik dibanding reformasi kebijakan.

“Alih-alih melakukan reformasi pajak, transparansi retribusi, pemberantasan rente, atau menciptakan nilai ekonomi baru, pemerintah justru memilih strategi paling murah: mengganti kerja dengan simbolisme,” tegasnya.

Wahyudin menyebut fenomena ini sebagai ciri pemerintahan rente—yakni pola kekuasaan yang hidup dari pungutan, bukan dari kerja sistematis dan inovasi kebijakan.

Ia juga menyebut sejumlah persoalan yang belum ditangani pemerintah secara serius, di antaranya:

  • Kebocoran PAD
  • BUMD yang masih menjadi beban daerah
  • Perizinan yang rumit dan tidak ramah investasi
  • UMKM yang tidak mendapatkan dukungan optimal
  • Pertanian yang termarginalkan
  • Pungutan liar yang masih terjadi di berbagai sektor

Menurutnya, langkah pemerintah menjadikan kegiatan doa sebagai strategi peningkatan PAD berpotensi menjadi tameng moral yang menutupi kegagalan manajerial dan tata kelola pemerintahan.

“Doa itu mulia. Tetapi ketika ia dijadikan substitusi atas kerja, itu menjadi simbol kekosongan gagasan,” katanya.

Ia menegaskan, masyarakat Karawang tidak membutuhkan panggung seremonial atau legitimasi religius, melainkan keberanian pemerintah untuk membongkar praktik rente, memperbaiki tata kelola anggaran, dan menciptakan nilai ekonomi riil.

“Karawang tidak kekurangan masjid. Yang kurang adalah birokrat dengan keberanian berpikir dan kemauan mengubah struktur,” tutupnya.(red)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News
Iklan

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Teka-Teki Terjawab! Penugasan Besar di Dunia Pendidikan Lahat Resmi Diumumkan

Redaksi- 8:55:00 PM 0
Teka-Teki Terjawab! Penugasan Besar di Dunia Pendidikan Lahat Resmi Diumumkan
LAHAT | Suarana.com - Suasana khidmat dan penuh harapan menyelimuti Gedung Pertemuan Pemerintah Kabupaten Lahat, Senin (2/3/2026). Sebanyak 139 guru resmi men…

Trending

Aksi IWOI Besok di Unsika, Isu Dugaan Penyimpangan Dana Siap Dibuka

Aksi IWOI Besok di Unsika, Isu Dugaan Penyimpangan Dana Siap Dibuka

10:32:00 PM
Kades Ciwaringin Bantah Pemberitaan Sepihak, Soroti Media Tak Lakukan Konfirmasi

Kades Ciwaringin Bantah Pemberitaan Sepihak, Soroti Media Tak Lakukan Konfirmasi

8:15:00 PM
Jelang Ramadan dan Arus Mudik Lebaran 1447 H, Warga Desak Pemkab Karawang Perbaiki Jalan Kutagandok–Junti

Jelang Ramadan dan Arus Mudik Lebaran 1447 H, Warga Desak Pemkab Karawang Perbaiki Jalan Kutagandok–Junti

5:02:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA.com Protection Status Google News
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi