Telusuri
24 C
id
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Baca E-Paper Suarana Gratis
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Baca E-Paper Suarana Gratis
Beranda BERITA UTAMA DAERAH HEADLINE Efisiensi Anggaran Lahat Tembus Rp700 Miliar, Gaji PPPK Paruh Waktu Jadi Sorotan
BERITA UTAMA DAERAH HEADLINE

Efisiensi Anggaran Lahat Tembus Rp700 Miliar, Gaji PPPK Paruh Waktu Jadi Sorotan

Redaksi
Redaksi
07 Feb, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


LAHAT | Suarana.com - Efisiensi anggaran besar-besaran yang terjadi di Kabupaten Lahat pada tahun 2026 mulai memunculkan sejumlah pertanyaan publik, salah satunya terkait isu gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang disebut-sebut hanya berkisar Rp600 ribu per bulan.

Menanggapi isu tersebut, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH, MH, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran bukan hanya terjadi di Kabupaten Lahat, melainkan juga dialami oleh banyak daerah lain di Indonesia.

“Faktanya, bukan hanya Lahat yang mengalami efisiensi anggaran. Kita wajib menyelaraskan kebijakan ini dengan aturan yang ada,” ujar Widia Ningsih dalam sesi wawancara, Jumat (6/2/2026).

Widia mengungkapkan, total efisiensi anggaran Kabupaten Lahat pada 2026 mencapai kurang lebih Rp700 miliar. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih berhati-hati dalam mengatur belanja pegawai, termasuk gaji dan tunjangan.

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, besaran gaji dan tunjangan pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari kondisi kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, saat ini Pemkab Lahat tengah melakukan kajian ulang terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Untuk TPP, saat ini sedang kita kaji ulang. Semaksimal mungkin tidak kita kurangi, tetapi tetap harus berpegang pada asas keadilan dan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.

Terkait gaji PPPK paruh waktu yang ramai diperbincangkan, Widia tidak menampik bahwa besaran penghasilan sangat dipengaruhi oleh kondisi fiskal daerah. Ia menyebut, apabila tidak ada kebijakan efisiensi, pemerintah daerah tentu bisa memberikan gaji yang lebih layak.

“Kalau memang tidak ada efisiensi, mungkin kita bisa memberikan gaji yang lebih layak. Tapi kondisi sekarang mengharuskan kita menyesuaikan,” jelasnya.

Meski demikian, Widia menegaskan bahwa persoalan kesejahteraan PPPK paruh waktu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan merupakan pekerjaan rumah bersama.

“Yakinlah, ini salah satu PR kita bersama. Pada intinya, kami ingin memberikan gaji yang layak bagi PPPK paruh waktu,” pungkasnya.(Syahrial)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -

Ads

Ads

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Temuan 1,96 Ton Beras Bantuan di Rumah Warga Cirebon Jadi Sorotan, Polisi Selidiki

Redaksi- 8:12:00 AM 0
Temuan 1,96 Ton Beras Bantuan di Rumah Warga Cirebon Jadi Sorotan, Polisi Selidiki
CIREBON | Suarana.com - Sebanyak 1,96 ton beras bantuan pangan pemerintah ditemukan menumpuk di sebuah rumah warga di Desa Ambit, Kecamatan Waled, Kabupaten …
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner

Hubungi Kami

089678588388 Suaranagroup@gmail.com
Lamaran Palumbonsari
Karawang Timur
Kab. Karawang 41314
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi