BERITA UTAMA
HEADLINE
INVESTIGASI
0
Warga Mekar Maya Resah, Penggalian Pipa Gas PT Pertamina Diduga Langgar Prosedur
KARAWANG | Suarana.com - Warga Desa Mekar Maya mengaku resah dan khawatir akan potensi bahaya ledakan akibat kegiatan penggalian pipa gas yang dilakukan oleh PT Pertamina menggunakan alat berat jenis ekskavator.
Keluhan tersebut disampaikan salah satu warga berinisial P yang tinggal tidak jauh dari lokasi proyek. Ia menilai metode penggalian yang dilakukan berisiko tinggi, mengingat jarak antara lokasi pekerjaan dengan permukiman warga kurang dari 20 meter.
Berdasarkan prosedur pemasangan pipa gas, terdapat zona toleransi atau hand digging di sekitar pipa, yakni berkisar 18 inci hingga 1 meter di sisi kanan dan kiri pipa. Pada zona ini, penggunaan alat berat seperti ekskavator tidak diperbolehkan karena berpotensi merusak pipa maupun pelapisnya. Penggalian seharusnya dilakukan secara manual menggunakan alat tangan seperti sekop dan pacul, atau dengan teknologi vakum.
Namun, di lokasi tersebut, warga menduga penggalian tetap dilakukan menggunakan ekskavator, yang dinilai bertentangan dengan aturan yang tertera di area kegiatan.
Warga pun berharap aktivitas penggalian tersebut segera dihentikan sementara, guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. Mereka khawatir jika terjadi kebocoran atau ledakan, dampaknya bisa meluas sepanjang jalur pipa gas, khususnya di wilayah Cilamaya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan belum dapat dikonfirmasi. Selain itu, di lokasi kegiatan juga tidak ditemukan papan informasi proyek yang menjelaskan detail pekerjaan maupun pihak pelaksana yang bertanggung jawab.(*)
Via
BERITA UTAMA


