BERITA UTAMA
DAERAH
HEADLINE
0
Askun Semprot Bank BJB Karawang: Pelayanan Prima Cuma Slogan!
KARAWANG | Suarana.com — Keluhan terhadap pelayanan Bank BJB kembali mencuat di wilayah Karawang. Kali ini, seorang ahli waris nasabah berinisial RE mengaku mengalami kesulitan saat mengakses data dan informasi terkait pinjaman atas nama almarhum ayahnya, ES.
RE menyebut, permintaan rincian pinjaman mulai dari sisa kewajiban, bunga, hingga histori pembayaran tidak dapat diperoleh dengan mudah. Ia mengaku harus melalui proses berulang, sementara permintaan tersebut tidak segera ditanggapi oleh pihak bank.
Ketua DPC Peradi Kabupaten Karawang, Asep Agustian, mengaku prihatin atas dugaan buruknya pelayanan di Bank BJB Cabang Karawang.
Menurut Asep, sebagai bank yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten, Bank BJB seharusnya mengedepankan pelayanan prima sesuai slogannya, “Tanda Mata Untuk Negeri”.
“Slogan itu bagus, tetapi saya mempertanyakan di mana pelayanan primanya. Berdasarkan informasi yang beredar, ada ahli waris yang kesulitan mendapatkan data pinjaman almarhum ayahnya,” ujar Asep, Senin (27/4/2026).
Ia juga menyoroti respons pihak bank yang dinilai baru memberikan informasi setelah adanya permintaan klarifikasi dari media.
“Apakah harus menunggu sorotan media terlebih dahulu baru ada respons? Ini menjadi pertanyaan besar terkait komitmen pelayanan,” katanya.
Asep mendesak Otoritas Jasa Keuangan untuk turun tangan memeriksa dugaan pelayanan yang dinilai merugikan nasabah tersebut.
Menurutnya, jika kondisi seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap Bank BJB akan menurun.
“Kalau dibiarkan, masyarakat bisa saja menarik dananya dan beralih ke bank lain karena merasa tidak mendapatkan pelayanan yang layak,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti adanya dugaan rencana penjualan aset almarhum tanpa persetujuan ahli waris, serta kejanggalan terkait kredit yang disebut tanpa agunan namun tetap dimintai jaminan.
Asep meminta kejelasan aturan yang digunakan oleh pihak bank dalam menangani kasus tersebut.
“Kalau memang menggunakan aturan, aturan mana yang dipakai? Jangan sampai masyarakat dipersulit saat ingin memenuhi kewajibannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar pihak OJK segera melakukan pemeriksaan terhadap jajaran pimpinan Bank BJB Cabang Karawang, mengingat adanya dugaan kasus serupa sebelumnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam apabila masyarakat Karawang dirugikan.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Kepercayaan publik bisa hilang jika pelayanan tidak dibenahi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank BJB Cabang Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
(*)
Via
BERITA UTAMA


