Telusuri
24 C
id
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA DAERAH UMKM Pedagang UMKM Lahat Menjerit! Harga Plastik Melonjak Drastis Imbas Konflik Timur Tengah, Usaha Kecil Terancam
BERITA UTAMA DAERAH UMKM

Pedagang UMKM Lahat Menjerit! Harga Plastik Melonjak Drastis Imbas Konflik Timur Tengah, Usaha Kecil Terancam

Redaksi
Redaksi
14 Apr, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

LAHAT | Suarana.com - Dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah kini mulai terasa hingga ke daerah, termasuk di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Salah satu efek yang paling dirasakan adalah melonjaknya harga bahan baku plastik yang menjadi kebutuhan utama berbagai sektor usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kenaikan harga ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok global, terutama bahan turunan minyak bumi yang menjadi komponen utama produksi plastik. Kondisi tersebut membuat harga bahan baku merangkak naik secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Para ekonom menilai, jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi pemerintah, Indonesia berisiko mengalami inflasi penawaran (cost-push inflation), yaitu kenaikan harga barang akibat meningkatnya biaya produksi. Hal ini tentu akan berdampak luas, mulai dari industri besar hingga pelaku usaha kecil di daerah.

Di Kabupaten Lahat, dampak kenaikan harga plastik уже dirasakan langsung oleh para pedagang kecil. Salah satunya adalah pedagang es yang berjualan di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lahat.

Ia mengungkapkan bahwa harga plastik kemasan yang biasa digunakan mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 50 persen. Jika sebelumnya harga plastik es berada di kisaran Rp8.000 per bungkus, kini melonjak menjadi Rp13.000.

“Kenaikannya sangat terasa. Dulu masih bisa diatur, sekarang jadi bingung memutar modal. Kalau harga naik terus, kami bisa rugi,” ungkapnya.

Menurutnya, plastik merupakan kebutuhan utama dalam usahanya. Kenaikan harga tersebut secara langsung meningkatkan biaya operasional harian, sementara daya beli masyarakat tidak serta-merta ikut naik.

Kondisi ini membuat para pelaku UMKM berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, mereka harus menanggung kenaikan biaya produksi, namun di sisi lain mereka juga khawatir menaikkan harga jual karena bisa menurunkan jumlah pembeli.

Jika situasi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin banyak usaha kecil yang akan mengalami penurunan omzet, bahkan terancam gulung tikar.

Para pelaku UMKM di Lahat pun berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengendalikan harga bahan baku plastik. Intervensi yang diharapkan antara lain berupa stabilisasi harga, subsidi, hingga kebijakan strategis untuk menjaga pasokan dalam negeri tetap aman.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa konflik global tidak hanya berdampak pada negara-negara besar, tetapi juga bisa dirasakan hingga ke daerah-daerah di Indonesia. Dari Timur Tengah hingga ke Lahat, efeknya kini nyata dirasakan oleh masyarakat kecil yang bergantung pada stabilitas harga bahan baku.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpotensi menimbulkan efek domino terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat secara luas.


Pewarta : Syahrial
Editor : Rizki
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

❤️

Apresiasi Karya Suarana.com

Dukung kami untuk terus menghadirkan informasi dan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nominal Apresiasi
Rp
Input Disini
Scan QRIS untuk Membayar
Nominal:
Msp Print
NMID: ID1022225786493

Setelah melakukan pembayaran, silakan kirim bukti pembayaran melalui WhatsApp untuk konfirmasi.

Advertisement
❤️

Apresiasi Karya Suarana.com

Dukung kami untuk terus menghadirkan informasi dan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nominal Apresiasi
Rp
Minimal apresiasi Rp25.000
Scan QRIS untuk Membayar
Nominal:
Msp Print
NMID: ID1022225786493

Setelah melakukan pembayaran, silakan kirim bukti pembayaran melalui WhatsApp untuk konfirmasi.

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Kisah Aulia di Karawang: Sempat Tertahan, Ijazah MI Atoriyah Akhirnya Kembali Lewat Pendekatan Tabayun

Redaksi- 7:10:00 AM 0
Kisah Aulia di Karawang: Sempat Tertahan, Ijazah MI Atoriyah Akhirnya Kembali Lewat Pendekatan Tabayun
KARAWANG  | Suarana.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari Kabupaten Karawang. Seorang remaja bernama Aulia berhasil memperjuangkan hak pendidikannya yang…

Trending

Dugaan Kredit Fiktif BTN di Karawang, LPKSM SATRIA: Konsumen Berhak Mendapat Kepastian Hukum

Dugaan Kredit Fiktif BTN di Karawang, LPKSM SATRIA: Konsumen Berhak Mendapat Kepastian Hukum

6:25:00 PM
Istri Lebih Banyak Gugat Cerai di Karawang, Suami Tak Nafkahi hingga Terjerat Judi Online

Istri Lebih Banyak Gugat Cerai di Karawang, Suami Tak Nafkahi hingga Terjerat Judi Online

7:17:00 PM
Ketua PSI Karawang M Ilham Kamil Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Republik Indonesia

Ketua PSI Karawang M Ilham Kamil Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Republik Indonesia

5:03:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi