Telusuri
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Beranda BERITA UTAMA DAERAH Angka Stunting Masih 17,6 Persen, Wabup Maslani Gerak Cepat Lewat Program PMT
BERITA UTAMA DAERAH

Angka Stunting Masih 17,6 Persen, Wabup Maslani Gerak Cepat Lewat Program PMT

Redaksi
Redaksi
20 Apr, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

KARAWANG | Suarana.com - Wakil Bupati Karawang H. Maslani resmi membuka kegiatan Kick Off Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita bermasalah gizi, yang dipadukan dengan Gebyar Pekan Imunisasi Dunia (PID) Kabupaten Karawang 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kamis (9/4/2026), sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menekan angka stunting dan mewujudkan generasi sehat sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan penurunan angka stunting sebesar 5 persen pada tahun 2026. Saat ini, prevalensi stunting di Karawang tercatat sebesar 17,6 persen dan ditargetkan turun menjadi 14,08 persen pada tahun ini.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Maslani menegaskan keberhasilan program penanganan gizi sangat bergantung pada ketepatan sasaran intervensi. Ia meminta seluruh jajaran tidak hanya menjalankan program secara administratif, tetapi memastikan hasil yang berkelanjutan.

“Kita harus serius menangani gizi balita. Saat ini angka stunting kita 17,6 persen, dan target kita harus turun jadi 14,08 persen di tahun ini. Tujuannya bukan cuma naik berat badan, tapi status gizinya benar-benar membaik secara permanen,” ujar Maslani.

Ia menambahkan, intervensi gizi melalui PMT dan penguatan imunisasi merupakan bagian penting dalam upaya percepatan penurunan stunting, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil KEK dan balita bermasalah gizi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Ns. Kurniasih, menyampaikan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita secara menyeluruh.

Menurutnya, PMT tidak sekadar bentuk bantuan pangan, tetapi merupakan bagian dari intervensi kesehatan untuk memperbaiki status gizi anak secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Karawang berharap sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting semakin diperkuat demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting.


(*)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -

Ads

Ads

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Empat Lokasi Tambang di Tunggulpandean Jepara Tak Berizin, Masuk Kawasan Pertanian

Redaksi- 11:07:00 AM 0
Empat Lokasi Tambang di Tunggulpandean Jepara Tak Berizin, Masuk Kawasan Pertanian
JEPARA | Suarana.com - Empat lokasi aktivitas tambang di Desa Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari, Jepara, berada di kawasan tanaman pangan. Cabang Dinas ESDM…
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner

Hubungi Kami

089678588388 Suaranagroup@gmail.com
Lamaran Palumbonsari
Karawang Timur
Kab. Karawang 41314
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi