BERITA UTAMA
DAERAH
INVESTIGASI
0
Rekrutmen Nakes Diduga Jadi Ladang Duit, Askun Tantang Korban Lain ‘Bernyanyi’
KARAWANG | Suarana.com – Dugaan praktik suap sebesar Rp10 juta dalam rekrutmen tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang menyeret nama oknum Kepala Puskesmas Kalangsari menuai sorotan tajam dari Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian.
Pria yang akrab disapa Askun itu menilai kasus tersebut dapat menjadi pintu masuk terbongkarnya dugaan bobroknya sistem rekrutmen tenaga kesehatan di rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Menurutnya, persoalan serupa diduga tidak hanya terjadi di RSUD Rengasdengklok, tetapi juga berpotensi terjadi di rumah sakit lainnya di lingkungan Pemkab Karawang.
“Persoalan ini bisa menjadi awal terbongkarnya sistem rekrutmen Nakes yang bobrok. Sangat mungkin praktik seperti ini tidak hanya terjadi di satu rumah sakit saja,” ujar Askun, Kamis (7/5/2026).
Meski dikabarkan sebagian uang dugaan sogokan telah dikembalikan, Askun menegaskan hal tersebut tidak serta merta menghapus unsur pidana yang diduga telah terjadi.
Ia menjelaskan, dalam hukum pidana dikenal istilah mens rea atau niat jahat dan actus reus yakni tindakan nyata yang melanggar hukum.
“Artinya saya tegaskan, meski uangnya sudah dikembalikan, bukan berarti dugaan tindak pidananya hilang,” tegasnya.
Askun juga meminta Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan Karawang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit milik pemerintah daerah.
“Saya minta Kepegawaian Dinkes mengecek semua sistem rekrutmen Nakes, siapa saja yang masuk dan melalui jalur apa. Karena persoalan ini menjadi bukti buruknya sistem rekrutmen kepegawaian di Dinkes,” katanya.
Tak hanya itu, Askun meminta Bupati Karawang melalui Sekda dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) untuk melakukan evaluasi total terhadap oknum ASN yang diduga terlibat.
“Oknum ASN seperti ini harus diberi sanksi tegas, dimutasi dan dibersihkan. Karawang Maju harus bersih dari oknum-oknum biadab seperti ini,” tandasnya.
Ia juga mengaku menerima informasi adanya kepala puskesmas lain yang diduga memasukkan anaknya menjadi honorer tenaga kesehatan.
“Ada informasi kepala puskesmas lain memasukkan anaknya jadi honorer Nakes. Sementara masyarakat lain mau masuk susahnya minta ampun,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Askun turut mengajak para korban lain yang pernah mengalami dugaan praktik suap rekrutmen tenaga kesehatan untuk berani melapor dan membongkar praktik tersebut.
Ia mempersilakan para korban mengadukan persoalannya ke Kantor Hukum Asep Agustian & Rekan di kawasan Galuh Mas, Karawang, dengan jaminan identitas pelapor dirahasiakan.
“Saya berharap para korban berani bicara. Identitas akan kami rahasiakan. Semua akan kami proses demi Karawang yang lebih baik dan bersih dari oknum-oknum seperti ini,” pungkasnya.
(*)
Via
BERITA UTAMA
