Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA DAERAH KARAWANG Terjerat Janji Kerja Manis, 8 Warga Rengasdengklok Terlantar di Sumsel, Minta Dipulangkan
BERITA UTAMA DAERAH KARAWANG

Terjerat Janji Kerja Manis, 8 Warga Rengasdengklok Terlantar di Sumsel, Minta Dipulangkan

Redaksi
Redaksi
03 Mei, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

KARAWANG | Suarana.com – Delapan warga asal Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilaporkan terlantar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, setelah menjadi korban dugaan penipuan perekrutan kerja.

Informasi tersebut mencuat melalui sebuah video singkat yang beredar, di mana para korban memohon bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar segera dipulangkan ke kampung halaman.

Peristiwa bermula saat kedelapan warga itu menerima tawaran pekerjaan sebagai buruh tebu dari seseorang yang dikenal melalui media sosial. Mereka dijanjikan upah tinggi hingga Rp420.000 per hari.

Namun, realita di lapangan jauh dari harapan. Salah satu perwakilan korban mengungkapkan bahwa penghasilan maksimal yang mereka terima hanya sekitar Rp60.000 per hari. Jumlah tersebut bahkan tidak mencukupi kebutuhan makan harian yang mencapai Rp70.000.

“Bukannya bisa kirim uang untuk keluarga di rumah, kami justru terlilit utang di warung untuk makan. Pekerjaan berat dan banyak yang mulai jatuh sakit,” ujar salah satu korban dalam video tersebut.

Diketahui, dari delapan warga tersebut, enam orang berasal dari Desa Rengasdengklok Utara dan dua lainnya dari Desa Rengasdengklok Selatan. Saat ini, mereka tidak memiliki biaya untuk kembali ke Karawang dan dalam kondisi memprihatinkan.

Dalam video itu, para korban juga secara khusus meminta perhatian Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, serta pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat agar segera turun tangan membantu proses evakuasi.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih berada di lokasi dan menunggu respons cepat dari pihak berwenang, mengingat kondisi kesehatan dan ekonomi mereka yang kian memburuk.


(*)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Ribuan Lansia Padati Happily Day Bandung, Edukasi Inkontinensia Urin dan Gaya Hidup Aktif di Masa Tua

Redaksi- 12:30:00 AM 0
Ribuan Lansia Padati Happily Day Bandung, Edukasi Inkontinensia Urin dan Gaya Hidup Aktif di Masa Tua
BANDUNG | Suarana.com - Lebih dari 1.000 lanjut usia (lansia) mengikuti kegiatan Happily Day Jalan Sehat yang digelar di Bandung, Minggu (28/6/2026). Kegiatan…

Trending

Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi