BERITA UTAMA
HEADLINE
INFORMASI
NASIONAL
0
Blog dan Media Online di Platform Blogger Diduga Terkunci Massal, Pengelola Dibuat Cemas
KARAWANG | Suarana.com - Hampir secara massal, website yang menggunakan platform Blogger milik Google dilaporkan mengalami penguncian (locked) pada Rabu (5/8/2026) dini hari. Tidak hanya blog pribadi, sejumlah besar media online juga dilaporkan terdampak.
Berdasarkan pantauan di berbagai komunitas Blogger, grup media sosial, serta laporan dari sejumlah pengelola website, banyak situs mendadak tidak dapat diakses dan menampilkan pemberitahuan bahwa blog telah dikunci karena diduga melanggar Pedoman Komunitas Blogger.
Pantauan di lapangan menunjukkan, beberapa media online yang selama ini aktif menerbitkan berita juga ikut terdampak dalam gelombang penguncian tersebut. Namun, hingga saat ini belum diketahui apakah seluruh situs tersebut benar-benar melakukan pelanggaran atau justru menjadi korban kesalahan sistem.
Salah satu pemilik blog mengaku terkejut saat mendapati situs yang telah dikelolanya selama delapan tahun tiba-tiba terkunci sekitar pukul 01.00 dini hari, padahal menurutnya tidak ada aktivitas maupun perubahan konten yang melanggar aturan.
Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar dari pengguna lain yang mengaku mengalami kejadian serupa. Banyak di antaranya menyebut blog maupun website berita mereka mendadak tidak dapat diakses secara bersamaan.
Notifikasi yang muncul pada dashboard Blogger menyebutkan bahwa blog telah dikunci karena diduga melanggar Pedoman Komunitas Blogger. Pemilik situs diberikan kesempatan untuk mengajukan peninjauan ulang (Request Review) agar blog dapat diperiksa kembali.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti terjadinya penguncian massal tersebut masih belum diketahui. Belum ada pernyataan resmi dari Google maupun Blogger mengenai apakah insiden tersebut disebabkan oleh pembaruan sistem, kesalahan deteksi otomatis (false positive), atau faktor lainnya.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengelola website, khususnya media online yang masih mengandalkan Blogger sebagai platform publikasi. Pasalnya, jika berlangsung lama, kondisi tersebut berpotensi mengganggu akses pembaca, peringkat di mesin pencari, hingga pendapatan dari iklan.
Para pengelola website yang terdampak kini berharap Google segera memberikan penjelasan resmi sekaligus memulihkan situs yang dinilai tidak melanggar ketentuan platform. Hingga saat ini, proses peninjauan masih berlangsung pada masing-masing akun yang telah mengajukan permohonan review.
(Rizki Ramdani)
Via
BERITA UTAMA
