Cara Menyendawakan Bayi dengan Benar: Manfaat, Waktu Tepat, dan 4 Metodenya
Proses menyusui sering kali membuat udara ikut tertelan ke dalam lambung bayi. Jika udara dibiarkan menumpuk, perut bayi dapat menjadi kembung, rewel, bahkan mengalami gumoh dan muntah. Mengatasinya membutuhkan teknik menyendawakan yang tepat untuk menjaga kenyamanan si kecil.
Mengapa Menyendawakan Bayi Itu Penting?
Sendawa adalah upaya alami untuk mengeluarkannya udara berlebih dari lambung.
Usia Anjuran: Disarankan rutin menyendawakan bayi hingga berusia 9 bulan.
Usia >9 Bulan: Bayi umumnya mulai bisa bersendawa sendiri karena makin aktif bergerak, seperti tengkurap yang memberikan tekanan alami pada perut.
Posisi Menyusui: Memastikan posisi menyusui sudah benar sangat penting untuk meminimalkan volume udara yang tertelan.
Kapan Bayi Perlu Disendawakan?
Selesai Menyusui: Lakukan sesaat setelah bayi merasa kenyang.
Saat Rewel / Tidak Nyaman: Berhentilah sejenak (sekitar 10–20 menit) saat menyusu untuk menyendawakannya.
Ganti Posisi / Payudara:
Susu Botol: Sendawakan setiap 60–90 ml.
ASI: Sendawakan setiap kali berpindah payudara.
Terbangun karena Kembung: Bantulah bersendawa agar ia bisa kembali tidur nyenyak.
Minum Tergesa-gesa: Tunggu hingga ritme minumnya mereda, lalu sendawakan sebelum melanjutkan.
4 Cara Menyendawakan Bayi
Rata-rata bayi akan bersendawa dalam waktu 3 menit jika diposisikan dengan benar. Siapkan kain lembut untuk mengantisipasi gumoh.
1. Menaruh di Pundak (Over the Shoulder)
Merupakan posisi paling favorit dan mudah.
Cara: Gendong bayi tegak hingga dagunya berada di atas bahu Anda. Pegang pantatnya dengan satu tangan, dan gunakan tangan lain untuk menepuk punggungnya secara perlahan.
Kunci Sukses: Pastikan tubuh bayi tegak lurus, dagu lebih tinggi dari bahu (agar jalan napas tidak tertutup), lalu tepuk lembut di area punggung tengah (di bawah iga kiri). Selalu sangga lehernya.
2. Posisi Duduk / Semi-Tegak
Cocok untuk bayi yang sering gumoh dalam jumlah banyak.
Cara: Dudukkan bayi di pangkuan dengan tubuh menjorok sedikit ke depan. Sangga dada dan leher bayi menggunakan satu tangan, lalu beri tekanan lembut atau tepuk punggungnya dengan tangan lain.
3. Posisi Telungkup di Pangkuan (Lying Face Down)
Cara: Tengkurapkan bayi di atas pangkuan Anda dengan posisi dada sedikit lebih tinggi dari perut. Tepuk-tepuk punggungnya secara perlahan untuk merangsang keluarnya udara.
4. Metode Tick Tock
Cara: Pegang bayi di bawah ketiak sambil menyangga leher dan kepalanya. Biarkan kakinya mengayun bebas sejajar dengan wajah Anda, lalu miringkan tubuhnya perlahan dari sisi ke sisi sambil bersenandung lembut.
Kesalahan Umum saat Menyendawakan
Dagu bayi berada lebih rendah dari bahu orang tua sehingga hidung/mulut tertutup.
Posisi tubuh bayi melengkung atau tidak lurus.
Menepuk punggung terlalu lemah, atau lokasi tepukan terlalu tinggi (bahu) / terlalu rendah (pantat).
Menggoyangkan tubuh bayi terlalu kuat.
FAQ Seputar Sendawa Bayi
1. Bagaimana mengetahui bayi perlu bersendawa?
Bayi biasanya akan berhenti menyusu, menggeliat, atau terlihat gelisah. Menangis tidak selalu menandakan ia ingin bersendawa; gerakan menekuk kaki pada bayi baru lahir juga sering kali merupakan respons refleks umum, bukan tanda pasti sakit perut.
2. Berapa lama harus mencoba menyendawakan bayi?
Cukup lakukan selama beberapa menit. Terlalu lama mencoba menyendawakan justru dapat membuat bayi kelesuan dan terlalu lelah (overtired).
3. Bagaimana jika bayi tidak kunjung bersendawa?
Jika setelah 5 menit bayi tidak bersendawa (terutama saat ia mengantuk), Anda tidak perlu memaksa dan bisa menghentikannya. Bayi tidak selalu bersendawa di setiap sesi.
4. Apakah berbahaya jika bayi tidak bersendawa?
Jarang menimbulkan masalah serius. Tertelannya udara hanya memberi efek kenyang semu. Kadang kala, udara tersebut akan keluar secara alami melalui kentut.
