Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKRIM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda AKTIVIS BERITA UTAMA DAERAH KARAWANG LINGKUNGAN Bukan Cuma Alam, Ini Kata Che Beno ke KDM Soal Jembatan Mangkrak
AKTIVIS BERITA UTAMA DAERAH KARAWANG LINGKUNGAN

Bukan Cuma Alam, Ini Kata Che Beno ke KDM Soal Jembatan Mangkrak

Redaksi
Redaksi
26 Apr, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
 

KARAWANG | Suarana.com - Aktivis lingkungan asal Karawang, Che Beno, menyampaikan kritik terbuka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), terkait keterlambatan pembangunan Jembatan Bailey Cicangor dan aktivitas pertambangan batu kapur di wilayah lindung geologi Karst Pangkalan. Kritik itu dituangkan dalam bentuk surat terbuka yang dirilis pada Jumat (25/4/2025), sehari setelah kunjungan kerja KDM ke Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan.

Che Beno menyambut baik kehadiran KDM dan menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah provinsi untuk menyelesaikan masalah infrastruktur dan lingkungan di Karawang Selatan. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab amblasnya jembatan Cicangor tidak semata-mata karena faktor alam, sebagaimana dinyatakan oleh KDM dalam pernyataannya.

“Maaf Kang Dedi, kondisi amblasnya jembatan Cicangor menurut uing tidak sepenuhnya karena faktor alam semata. Ada juga faktor aktivitas kendaraan berat, terutama dump truck pengangkut material tambang, yang melebihi kapasitas jalan dan jembatan,” tulis Che Beno Pada Sabtu 26/04/2025.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatannya, jembatan tersebut kerap dilintasi kendaraan pengangkut batu kapur dari perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Hal ini, menurutnya, bisa mempercepat kerusakan infrastruktur jika tidak sesuai dengan kelas jalan.

“Pertanyaan uing, apakah berat muatan kendaraan tersebut sesuai dengan kelas jalan? Jika tidak, kunaon teu ditertibkeun? Jadi weh rakyat nyerenteng...” sindir Che Beno.

Terkait persoalan tambang, Che Beno juga menyinggung bahwa banyak warga menolak eksploitasi kawasan lindung geologi karst di Pangkalan. Ia meminta KDM menegakkan kedaulatan rakyat sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 UUD 1945.

“Jika masyarakat Karawang secara umum menolak eksploitasi karst, tidak ada alasan Pemprov Jabar tidak mengevaluasi atau mencabut izin usaha pertambangan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Che Beno tetap mendoakan agar KDM diberi kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat, namun dengan harapan besar bahwa suara rakyat Karawang Selatan benar-benar didengar dan dijadikan acuan dalam kebijakan.

“Semoga KDM tidak melehoy dalam merealisasikan aspirasi masyarakat Karawang,” pungkasnya.



Biar nggak ketinggalan info penting, yuk follow Channel WhatsApp Suarana.com!



(Red)
Via AKTIVIS
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News
>

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Polemik Parkir RSUD Karawang Memanas, Askun Desak Usut Dugaan Ijon Pokir dan Tolak Intervensi Media

Redaksi- 5:34:00 PM 0
Polemik Parkir RSUD Karawang Memanas, Askun Desak Usut Dugaan Ijon Pokir dan Tolak Intervensi Media
KARAWANG | Suarana.com – Pengamat sekaligus praktisi hukum, Asep Agustian, SH., MH., kembali angkat bicara terkait polemik usulan penggratisan biaya parkir …

Trending

JBN Karawang Minta Semua Pihak Tahan Diri, Soal Dugaan Intimidasi Wartawan

JBN Karawang Minta Semua Pihak Tahan Diri, Soal Dugaan Intimidasi Wartawan

11:51:00 AM
Kapolres Metro Bekasi Tegaskan Rekrutmen Polri Harus Bersih dan Humanis

Kapolres Metro Bekasi Tegaskan Rekrutmen Polri Harus Bersih dan Humanis

6:26:00 AM
Efisiensi Anggaran Lahat Tembus Rp700 Miliar, Gaji PPPK Paruh Waktu Jadi Sorotan

Efisiensi Anggaran Lahat Tembus Rp700 Miliar, Gaji PPPK Paruh Waktu Jadi Sorotan

6:51:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA.com Protection Status Google News
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi