Telusuri
24 C
id
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Baca E-Paper Suarana Gratis
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA HEADLINE NASIONAL Kepala BGN Minta Publik Tak Salah Pahami Program Makan Bergizi Gratis
BERITA UTAMA HEADLINE NASIONAL

Kepala BGN Minta Publik Tak Salah Pahami Program Makan Bergizi Gratis

Redaksi
Redaksi
06 Okt, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

JAKARTA | Suarana.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi munculnya plesetan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial dengan sebutan “Makan Beracun Gratis” usai ditemukannya beberapa kasus keracunan. Ia meminta agar plesetan tersebut tidak menutupi niat baik dari program nasional tersebut.

“Gini ya, itu kan hak masing-masing ya. Tapi mohon tidak mengaburkan bahwa ini adalah program yang bertujuan mulia,” kata Dadan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).

Menurutnya, program MBG merupakan cita-cita mulia Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia. Karena itu, Dadan mengimbau agar kritik disampaikan secara konstruktif tanpa menyinggung substansi kebijakan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti maraknya konten negatif di media sosial yang memplesetkan MBG menjadi “Makan Beracun Gratis”, “Makan Belatung Gratis”, hingga istilah bernada ejekan lainnya. Ia menilai penyebaran konten tersebut bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap program gizi nasional itu.

Charles juga menyinggung bahwa sosok Dadan kerap dijadikan bahan olok-olok di dunia maya sebagai “ahli serangga”, sehingga meme bernada negatif kian mudah viral.

Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa tanpa upaya penjelasan yang kuat dari pemerintah, kampanye negatif itu dapat membuat masyarakat takut memberikan makanan MBG kepada anak-anak, meski tujuan programnya baik.

Menanggapi hal itu, Dadan kembali menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal wajar di era digital. Namun, ia berharap publik tetap memahami tujuan utama MBG sebagai upaya peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.

Sumber: DetikNews
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -

Ads

Ads

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Empat Lokasi Tambang di Tunggulpandean Jepara Tak Berizin, Masuk Kawasan Pertanian

Redaksi- 11:07:00 AM 0
Empat Lokasi Tambang di Tunggulpandean Jepara Tak Berizin, Masuk Kawasan Pertanian
JEPARA | Suarana.com - Empat lokasi aktivitas tambang di Desa Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari, Jepara, berada di kawasan tanaman pangan. Cabang Dinas ESDM…
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner

Hubungi Kami

089678588388 Suaranagroup@gmail.com
Lamaran Palumbonsari
Karawang Timur
Kab. Karawang 41314
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi