Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA DAERAH KARAWANG Kades Wadas Sindir Kades Purwadana: “Bukan Membela Warga, Tapi Membela yang Berduit!”
BERITA UTAMA DAERAH KARAWANG

Kades Wadas Sindir Kades Purwadana: “Bukan Membela Warga, Tapi Membela yang Berduit!”

Redaksi
Redaksi
19 Nov, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Tangkapan Layar Kanal Youtube 

KARAWANG | Suarana.com – Polemik antara dua kepala desa di Kecamatan Telukjambe Timur semakin memanas setelah pernyataan Kades Wadas, Jujun, viral di sebuah tayangan YouTube bertajuk “Sindiran Pedas Kades Jujun pada Kades Purwadana: Dia Membela yang Berduit!”.
Dalam video tersebut, Jujun melontarkan kritik terbuka terhadap Kades Purwadana terkait dinamika di lapangan mengenai penataan aliran sungai dan persoalan yang melibatkan salah satu perusahaan.

Jujun menegaskan bahwa sebagian pihak bukan sedang membela masyarakat, melainkan lebih condong membela kepentingan pemilik modal.

“Intinya mereka itu bukan membela masyarakat, membela yang berduit, pengin mengamankan salah satu perusahaan. Itu garis besarnya,” ujar Jujun mengutip dari Chanel Youtube AME  19/11/2025.

Menurutnya, ketika sebuah wilayah sedang berbenah, pasti muncul berbagai pihak yang ia sebut sebagai “tikus, biawak, dan ular” yang mencoba menghambat.

“Saya berbicara berdasarkan fakta dan data. Saya pelajari aliran sungai, data PJT II, termasuk keluhan masyarakat. Banyak warga Purwadana yang lapor ke saya,” kata Jujun.

Menanggapi tuduhan bahwa dirinya melangkahi wewenang desa lain, Jujun membantah. Ia menyatakan bahwa dirinya hanya menjalankan arahan pimpinan.

“Saya digaji negara. Yang memerintahkan itu pimpinan. Apalagi kalau gubernur sudah keluarkan kebijakan, sebagai bawahan saya harus manut,” jelasnya.

Jujun juga mengaku rutin menyampaikan undangan, informasi, dan rapat resmi dari pemerintah provinsi maupun dinas terkait ke grup kepala desa dan Muspika.

“Saya selalu sampaikan ke grup supaya semua pimpinan tahu. Ini bukan pekerjaan sehari dua hari,” ucapnya.

Fenomena dua kades yang viral satu disanjung, satu dicaci muncul karena masyarakat hanya melihat hasil potongan video, bukan konteks penuh.

Dalam logika publik, kades yang vokal dianggap membela rakyat, sementara kades yang tidak tampil di publik dianggap tidak hadir untuk warganya.

Masalahnya, benturan dua kades di ruang publik ini memunculkan pertanyaan besar: apakah pantas kepala desa membongkar kekurangan kepala desa lain secara terbuka?

Secara tupoksi, kepala desa tidak memiliki wewenang untuk menilai, mengevaluasi, atau menghakimi pemerintahan desa lain. Tugas itu berada pada camat, inspektorat, dan pemerintah daerah.
Namun, kenyataan di lapangan kerap berbeda ketika persoalan teknis menyangkut lintas wilayah dan masyarakat bergerak mencari figur yang dianggap responsif.

Benturan pernyataan antara Kades Wadas dan Kades Purwadana kini menjadi konsumsi publik dan terus mengundang reaksi beragam. Sementara itu, masyarakat menanti penyelesaian yang lebih substantif, bukan sekadar perang narasi antar-kepala desa.(red)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Piutang BOT Pasar Capai Rp21 Miliar, LBH Arya Mandalika Desak Pemda Bertindak Tegas

Redaksi- 6:08:00 PM 0
Piutang BOT Pasar Capai Rp21 Miliar, LBH Arya Mandalika Desak Pemda Bertindak Tegas
KARAWANG | Suarana.com -  Persoalan piutang kontribusi pengelolaan pasar oleh pihak ketiga kembali menjadi sorotan. Hingga tahun 2025, total saldo piutang kon…

Trending

Dua Pekan Kasus Truk Solar Bergulir, Kapolda Baru Diharap Bertindak Tegas

Dua Pekan Kasus Truk Solar Bergulir, Kapolda Baru Diharap Bertindak Tegas

1:05:00 AM
Piutang BOT Pasar Capai Rp21 Miliar, LBH Arya Mandalika Desak Pemda Bertindak Tegas

Piutang BOT Pasar Capai Rp21 Miliar, LBH Arya Mandalika Desak Pemda Bertindak Tegas

6:08:00 PM
Distribusi Air Cabang Karawang Mati 2 Jam Malam Ini, Pelanggan Diminta Tampung Air

Distribusi Air Cabang Karawang Mati 2 Jam Malam Ini, Pelanggan Diminta Tampung Air

7:19:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi