Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA NASIONAL PENDIDIKAN Alhamdulillah, Wacana Sekolah Daring April 2026 Resmi Dibatalkan, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka
BERITA UTAMA NASIONAL PENDIDIKAN

Alhamdulillah, Wacana Sekolah Daring April 2026 Resmi Dibatalkan, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka

Redaksi
Redaksi
25 Mar, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


LAHAT | Suarana.com - Rencana pemerintah untuk menerapkan pembelajaran daring atau belajar dari rumah bagi siswa pada April 2026 akhirnya resmi dibatalkan. Keputusan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik terkait perubahan sistem pendidikan nasional di tengah isu efisiensi energi.

Sebelumnya, wacana sekolah online mencuat sebagai bagian dari strategi penghematan energi nasional. Kebijakan ini muncul di tengah tekanan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah, yang mendorong pemerintah mencari solusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Namun setelah melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah memutuskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan.

Ia menyampaikan bahwa proses belajar mengajar harus tetap optimal dan tidak menimbulkan risiko learning loss, yaitu kondisi di mana siswa mengalami penurunan pengetahuan dan keterampilan akibat metode pembelajaran yang kurang efektif.

“Pembelajaran harus tetap berjalan secara luring agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).

Pemerintah sebelumnya sempat mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk sistem hybrid yang menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama dampak terhadap siswa, opsi tersebut dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Kebijakan efisiensi energi sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta seluruh sektor publik lebih bijak dalam penggunaan energi. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus tetap berbasis data dan tidak menimbulkan dampak negatif yang besar bagi masyarakat.

Di sisi lain, penolakan terhadap pembelajaran daring juga datang dari DPR. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana tersebut.

Ia menilai pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa pembelajaran daring menyisakan banyak persoalan, mulai dari ketimpangan akses hingga penurunan kualitas pemahaman siswa.

“Pembelajaran daring pernah kita jalani, dan dampaknya tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita,” ungkapnya.

Dengan keputusan ini, pemerintah memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah akan tetap berlangsung secara tatap muka seperti biasa. Sementara itu, upaya efisiensi energi akan difokuskan pada sektor lain dengan pendekatan yang lebih terukur.

Keputusan ini sekaligus menegaskan satu hal penting: di tengah berbagai tantangan global, kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

"Suarana Com"Rencana pemerintah untuk menerapkan pembelajaran daring atau belajar dari rumah bagi siswa pada April 2026 akhirnya resmi dibatalkan. Keputusan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik terkait perubahan sistem pendidikan nasional di tengah isu efisiensi energi.

Sebelumnya, wacana sekolah online mencuat sebagai bagian dari strategi penghematan energi nasional. Kebijakan ini muncul di tengah tekanan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah, yang mendorong pemerintah mencari solusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Namun setelah melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah memutuskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan.

Ia menyampaikan bahwa proses belajar mengajar harus tetap optimal dan tidak menimbulkan risiko learning loss, yaitu kondisi di mana siswa mengalami penurunan pengetahuan dan keterampilan akibat metode pembelajaran yang kurang efektif.

“Pembelajaran harus tetap berjalan secara luring agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).

Pemerintah sebelumnya sempat mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk sistem hybrid yang menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama dampak terhadap siswa, opsi tersebut dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Kebijakan efisiensi energi sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta seluruh sektor publik lebih bijak dalam penggunaan energi. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus tetap berbasis data dan tidak menimbulkan dampak negatif yang besar bagi masyarakat.

Di sisi lain, penolakan terhadap pembelajaran daring juga datang dari DPR. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana tersebut.

Ia menilai pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa pembelajaran daring menyisakan banyak persoalan, mulai dari ketimpangan akses hingga penurunan kualitas pemahaman siswa.

“Pembelajaran daring pernah kita jalani, dan dampaknya tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita,” ungkapnya.

Dengan keputusan ini, pemerintah memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah akan tetap berlangsung secara tatap muka seperti biasa. Sementara itu, upaya efisiensi energi akan difokuskan pada sektor lain dengan pendekatan yang lebih terukur.
Keputusan ini sekaligus menegaskan satu hal penting: di tengah berbagai tantangan global, kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.(Syahrial)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Dua Anggota Polres Karawang Diperiksa Propam, Diduga Terkait Kasus yang Menyeret Nama Ketua APDESI Jabar

Redaksi- 7:56:00 PM 0
Dua Anggota Polres Karawang Diperiksa Propam, Diduga Terkait Kasus yang Menyeret Nama Ketua APDESI Jabar
KARAWANG | Suarana.com – Polres Karawang membenarkan bahwa dua anggotanya saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) P…

Trending

Komitmen di Bidang Hukum, Aep Apriyatna Raih Sertifikat Profesional CPP

Komitmen di Bidang Hukum, Aep Apriyatna Raih Sertifikat Profesional CPP

9:52:00 AM
HUT ke-39 PERUMDAM Tirta Tarum Karawang, Usung Semangat Layanan Berkeadilan Menuju Karawang Maju dan Sehat

HUT ke-39 PERUMDAM Tirta Tarum Karawang, Usung Semangat Layanan Berkeadilan Menuju Karawang Maju dan Sehat

2:16:00 PM
Mahasiswa UBP Raih Cum Laude Berkat Kerja Keras Sendiri, Wisuda Tanpa Membebani Orang Tua

Mahasiswa UBP Raih Cum Laude Berkat Kerja Keras Sendiri, Wisuda Tanpa Membebani Orang Tua

9:41:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi