BERITA UTAMA
HUKRIM
0
Terungkap! Pelaku Pembunuhan Ibu di Lahat Ditangkap Saat Tidur di Indekos Bersama Perempuan
LAHAT | Suarana.com - Kasus pembunuhan dalam keluarga yang terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, memasuki babak baru. Sejumlah fakta mengejutkan terungkap, termasuk kondisi pelaku saat diamankan aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari IDN Times, pelaku bernama Ahmad Fahrozi (24) diduga menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Siti Anawati (63), dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Peristiwa bermula di kediaman korban di Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai. Setelah kejadian, korban sempat dilaporkan hilang selama sekitar sepekan oleh pihak keluarga.
Hingga akhirnya, pada Rabu dini hari, 8 April 2026, jasad korban ditemukan di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang. Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Satreskrim Polres Lahat dengan melakukan penyelidikan intensif.
Sejumlah saksi, termasuk keluarga dan warga sekitar, dimintai keterangan. Dari hasil penyelidikan, kecurigaan mengarah pada anak kandung korban sendiri, Ahmad Fahrozi.
Polisi kemudian melakukan pencarian ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku, mulai dari rumah pribadi hingga kediaman kerabat. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah pelaku terdeteksi berada di sebuah kamar indekos di kawasan Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat.
Momen penangkapan pun menjadi sorotan. Pada Rabu (8/4/2026), tim Satreskrim melakukan penggerebekan di kamar indekos tersebut. Pelaku tidak dalam kondisi melarikan diri, melainkan sedang tertidur bersama seorang perempuan di dalam kamar.
Tanpa perlawanan, pelaku langsung diamankan di lokasi. Fakta ini mengejutkan publik, mengingat pelaku diduga baru saja melakukan tindak kriminal serius terhadap ibu kandungnya.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Motif sementara diduga berkaitan dengan masalah ekonomi, di mana pelaku mengambil uang dan perhiasan milik korban.
Harta tersebut kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk aktivitas judi online serta menyewa kamar indekos.
Selain itu, polisi juga mengungkap adanya upaya pelaku untuk menghilangkan jejak, seperti berpindah tempat dan menyusun skenario agar tidak mudah terdeteksi. Sejumlah saksi tambahan pun telah diperiksa guna memperkuat proses penyidikan.
Pihak kepolisian memastikan bahwa pelaku saat ini telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat, tidak hanya karena unsur kekerasan dalam keluarga, tetapi juga karena perilaku pelaku pascakejadian yang dinilai menambah keprihatinan publik.
Pewarta : Syahrial
Editor : Rizki
Via
BERITA UTAMA
