MAHASISWA
PENDIDIKAN
0
Mahasiswa Unsika Edukasi Warga Citeko Kaler Kelola Sampah dan Sanitasi Air Bersih, Dorong Solusi Lingkungan Berkelanjutan
KARAWANG | Suarana.com - Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melaksanakan program penyuluhan bertajuk "Sungai Bersih dan Desa Sehat" sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan pentingnya sanitasi air bersih di Desa Citeko Kaler, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Citekokaler tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Sebagian warga diketahui masih membuang sampah rumah tangga ke Sungai Batu Tilu karena belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) di desa tersebut.
Dalam penyuluhan tersebut, Dosen Fakultas Pertanian Unsika, Muhammad Agus Mulayana, S.P., M.P., bersama tim mahasiswa memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah menggunakan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui praktik mencuci tangan yang baik dan benar.
Tim juga memaparkan hasil uji laboratorium terhadap kualitas air Sungai Batu Tilu. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan kandungan bakteri Fecal Coliform yang cukup tinggi. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh kebiasaan pembuangan sampah rumah tangga ke sungai serta masih adanya akses pembuangan limbah manusia yang belum memenuhi standar sanitasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unsika mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memberikan pemahaman mengenai dampak pencemaran sungai terhadap kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Tidak hanya memberikan sosialisasi, tim mahasiswa juga melakukan aksi nyata dengan membangun tempat penampungan sampah sederhana berbahan bambu yang memanfaatkan material yang tersedia di Desa Citekokaler. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat desa.
Sebagai tindak lanjut, tim mahasiswa juga berhasil melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) guna mengusulkan dukungan armada pengangkut sampah sementara. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek hingga tersedianya sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal bagi masyarakat Desa Citekokaler.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program "Sungai Bersih dan Desa Sehat" diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Desa Citekokaler.
(red)
Via
MAHASISWA

