BERITA UTAMA
DAERAH
KEMENTRIAN
0
1.000 Hektare Sawah Karawang Terancam Kekeringan, Kementan Siapkan 20 Alat Berat
KARAWANG | Suarana.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Karawang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Perum Jasa Tirta (PJT) II menggelar rapat koordinasi penanganan kekeringan di Kabupaten Karawang, Jumat (15/8).
Rapat yang digelar di Lantai 3 Gedung Singaperbangsa tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian RI terkait mitigasi risiko kekeringan di sentra produksi padi nasional.
Pertemuan difokuskan pada penguatan infrastruktur irigasi serta penanganan sampah yang menghambat aliran air. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat tanam sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan dan swasembada pangan nasional.
Rapat koordinasi darurat ini digelar setelah adanya laporan petani mengenai berkurangnya debit air irigasi. Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 1.000 hektare sawah di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, yang kini terdampak kekeringan dan berpotensi mengalami gagal panen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., mengatakan pihaknya akan menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk memperkuat pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
Selain itu, Pemkab Karawang akan meningkatkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan PJT II dalam pemeliharaan jaringan irigasi, mulai dari saluran primer, sekunder hingga tersier.
Di sisi lain, Bupati Karawang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan lahan sawah teknis yang luasnya hampir mencapai 87.000 hektare dari ancaman alih fungsi menjadi kawasan permukiman maupun industri.
Karawang juga menargetkan produksi beras tetap berada pada level optimal, dengan capaian produksi sekitar 1,45 juta ton gabah kering panen (GKP) per tahun.
"Kami berkomitmen penuh menjaga lahan pertanian agar tidak tergerus perkotaan maupun industri. Petani kami sangat siap mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP), namun dukungan infrastruktur air, kebersihan saluran irigasi, dan perbaikan sarana teknis dari Pemerintah Pusat sangat dibutuhkan," tegas Bupati.
Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pertanian menyambut baik sinergi yang dilakukan Pemkab Karawang. Kementan juga menyatakan kesiapan untuk menurunkan sebanyak 20 unit alat berat jenis beko di bawah koordinasi Bupati Karawang.
Alat berat tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengerukan dan pembersihan saluran air, sehingga distribusi air ke lahan pertanian dapat kembali dioptimalkan.
Upaya penanganan tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan, mencegah potensi gagal panen, serta memastikan keberlanjutan produksi padi di salah satu sentra pangan nasional tersebut.
(*)
(*)
Via
BERITA UTAMA
