DAERAH
POLITIK
0
Kisah Aulia di Karawang: Sempat Tertahan, Ijazah MI Atoriyah Akhirnya Kembali Lewat Pendekatan Tabayun
KARAWANG | Suarana.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari Kabupaten Karawang. Seorang remaja bernama Aulia berhasil memperjuangkan hak pendidikannya yang sempat terhambat. Melalui proses dialog yang mengedepankan etika tabayun serta pendampingan dari inisiatif "Lapor Kang Cucu", ijazah Aulia yang sempat tertahan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Atoriyah akhirnya resmi diserahkan kembali.
Aulia, yang memiliki tantangan psikologis, sebelumnya menghadapi hambatan struktural untuk melanjutkan pendidikan ke program Kesetaraan Paket C. Dokumen ijazah kelulusan tahun 2022 miliknya sempat tertahan, sehingga memicu kekhawatiran akan terputusnya masa depan akademiknya.
Menanggapi situasi tersebut, pihak pengurus MI Atoriyah menunjukkan sikap bijaksana. Melalui komunikasi persuasif dan semangat kekeluargaan, kesalahpahaman administratif berhasil diurai dengan pendekatan kemanusiaan. Penyerahan kembali ijazah tersebut menjadi simbol komitmen pihak sekolah terhadap masa depan peserta didiknya.
Dukungan PSI Karawang
Pengawalan kasus ini melalui gerakan "Lapor Kang Cucu" mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Karawang. Ketua DPD PSI Karawang, M. Ilham Kamil, menegaskan pentingnya keberlanjutan program advokasi semacam ini.
"Kami mendukung penuh program Lapor Kang Cucu. Fokus pada pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan atau sempat putus sekolah, adalah prioritas bersama. Langkah ini diharapkan terus menjadi jembatan bagi anak-anak di Karawang agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujar Ilham Kamil.
Sinergi dan Gotong Royong
Keberhasilan penyerahan ijazah ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Kang Cucu menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Komunitas Ikatan Sosial (KIS), Ci Ester, Teh Rosita, dan Pak Ali yang turut bahu-membahu memberikan dukungan.
"Ini adalah bukti bahwa setiap persoalan—bahkan yang paling rumit secara administratif—dapat diselesaikan jika kita mengedepankan komunikasi yang jernih dan empati. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus MI Atoriyah atas kearifannya, serta kepada KIS, Ci Ester, Teh Rosita, dan Pak Ali atas segala bantuannya," ungkap Kang Cucu.
Sinergi antara semangat kerakyatan dan kepedulian komunitas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di Karawang untuk terus menghadirkan ruang yang inklusif dan solutif bagi seluruh anak bangsa.
Tentang LAPORKANGCUCU:
Lapor Kang Cucu merupakan gerakan advokasi publik yang berfokus pada penyelesaian persoalan sosial, kemanusiaan, dan pendidikan masyarakat melalui jalur dialog, tabayun, serta keberpihakan pada hak-hak warga.
(Rls)
Via
DAERAH
