Telusuri
24 C
id
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Baca E-Paper Suarana Gratis
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Baca E-Paper Suarana Gratis
Beranda BERITA UTAMA NASIONAL ORGANISASI PERISTIWA IWOI Karawang Doakan 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau Segera Ditemukan
BERITA UTAMA NASIONAL ORGANISASI PERISTIWA

IWOI Karawang Doakan 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau Segera Ditemukan

Redaksi
Redaksi
09 Sep, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
KARAWANG | Suarana.com - Hilangnya lima jurnalis saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mendapat perhatian dari Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang.

Ketua IWOI DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menyampaikan keprihatinan sekaligus berharap seluruh jurnalis yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami dari IWOI DPD Karawang sangat prihatin dan turut mendoakan agar kelima jurnalis yang dilaporkan hilang dalam perjalanan liputan di kawasan Selat Sunda segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Syuhada pada Suarana.com, Rabu (09/09/2026).

Lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak bersama tiga orang lainnya setelah speedboat yang mereka tumpangi menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di perairan Selat Sunda dengan memperluas area penyisiran di sekitar Anak Krakatau dan pulau-pulau di sekitarnya. Sejumlah kapal dikerahkan untuk membantu proses pencarian terhadap rombongan yang belum ditemukan.

Peristiwa tersebut dinilai Syuhada menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pers bahwa tugas jurnalistik, terutama di wilayah bencana atau lokasi berisiko tinggi, memiliki tantangan keselamatan yang tidak boleh dianggap ringan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh insan pers bahwa tugas jurnalistik, khususnya ketika meliput bencana, aktivitas gunung api, laut, maupun lokasi dengan tingkat risiko tinggi, memiliki tantangan yang tidak boleh dianggap remeh,” katanya.

Menurutnya, keselamatan wartawan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan jurnalistik.

“Kami berharap proses pencarian dan pertolongan dapat dilakukan secara maksimal oleh seluruh pihak terkait. Bagi kami, keselamatan jurnalis adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh dikesampingkan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Syuhada menilai pemahaman mengenai keselamatan di kalangan wartawan daerah masih perlu terus ditingkatkan.

Menurutnya, kemampuan jurnalistik bukan hanya soal mencari informasi, melakukan wawancara, mengambil gambar, dan menyusun berita. Wartawan juga harus memiliki kemampuan mengenali risiko di lapangan, memahami situasi darurat, mengetahui batas aman, serta mampu mengambil keputusan ketika kondisi mulai membahayakan.

“Karena itu, kami mendorong adanya edukasi dan pelatihan keselamatan jurnalistik secara berkala, terutama bagi wartawan yang sering ditugaskan meliput bencana, kecelakaan, konflik, perairan maupun lokasi-lokasi berisiko tinggi,” kata Syuhada.

IWOI Karawang juga menilai perusahaan media perlu memiliki standar operasional prosedur atau SOP khusus terkait keselamatan wartawan yang ditugaskan ke lapangan.

Syuhada mengatakan SOP tersebut setidaknya harus mengatur identifikasi risiko, koordinasi sebelum keberangkatan, penggunaan perlengkapan keselamatan, komunikasi selama peliputan, penentuan titik aman, hingga prosedur evakuasi apabila terjadi kondisi darurat.

“Jangan sampai tuntutan kecepatan pemberitaan atau mengejar eksklusivitas justru mengabaikan keselamatan jurnalis,” tegasnya.

Selain SOP, IWOI Karawang juga mendorong adanya pelatihan mitigasi bencana dan pertolongan pertama atau first aid bagi wartawan.

Pelatihan tersebut dinilai penting agar wartawan memiliki kemampuan dasar untuk menghadapi situasi darurat ketika berada di lokasi peliputan.

“Kami juga mendorong agar pelatihan tersebut dapat melibatkan pihak-pihak yang memiliki kompetensi, seperti BPBD, Basarnas, PMI, TNI-Polri, tenaga medis maupun lembaga terkait lainnya,” ujarnya.

Menurut Syuhada, wartawan yang berada di lokasi bencana tidak hanya dituntut mampu mendapatkan informasi, tetapi juga harus mampu menjaga keselamatan diri dan memahami kondisi di sekitarnya.

“Wartawan harus memahami bahwa ketika berada di lokasi bencana, dirinya bukan hanya bertugas mencari informasi, tetapi juga harus mampu menjaga keselamatan dirinya dan orang-orang di sekitarnya,” katanya.

Syuhada juga menyampaikan imbauan kepada seluruh wartawan agar tidak memaksakan diri ketika situasi di lapangan sudah berada di luar batas aman.

“Imbauan kami sederhana, jangan pernah menukar keselamatan dengan sebuah berita,” tegasnya.

Ia menambahkan, informasi dan kecepatan memang menjadi bagian penting dalam dunia jurnalistik. Namun, keselamatan jiwa tetap harus ditempatkan di atas kepentingan mendapatkan berita.

Wartawan diminta selalu melakukan penilaian risiko sebelum turun ke lapangan, mengikuti arahan petugas atau otoritas setempat, menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai, serta menjaga komunikasi dengan redaksi maupun sesama wartawan.

“Jurnalisme membutuhkan keberanian, tetapi keberanian bukan berarti mengabaikan keselamatan. Wartawan harus berani mencari fakta, tetapi juga harus cerdas membaca risiko,” ujar Syuhada.

IWOI DPD Karawang, lanjut Syuhada, berkomitmen mendorong terciptanya ekosistem pers yang profesional, berintegritas, sekaligus memberikan perhatian serius terhadap keselamatan dan perlindungan insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Peristiwa hilangnya lima jurnalis tersebut menjadi perhatian luas di tengah meningkatnya aktivitas peliputan terkait Gunung Anak Krakatau. Proses pencarian terhadap rombongan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.


(Rizki Ramdani)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -

Ads

Ads

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Keluarga Masih Menunggu Kabar, Kapolda Banten Temui Istri Pewarta ANTARA yang Hilang di Selat Sunda

Redaksi- 7:47:00 AM 0
Keluarga Masih Menunggu Kabar, Kapolda Banten Temui Istri Pewarta ANTARA yang Hilang di Selat Sunda
PANDEGLANG | Suarana.com - Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mendatangi Pos SAR Nasional untuk memberikan du…
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink BlogPartner

Hubungi Kami

089678588388 Suaranagroup@gmail.com
Lamaran Palumbonsari
Karawang Timur
Kab. Karawang 41314
© 2023 Member of MSP. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi