BERITA UTAMA
INFORMASI
PERUSAHAAN
0
Laboratorium Kilang Balongan Jadi Garda Terdepan Jaga Mutu BBM Pertamina
INDRAMAYU | Suarana.com - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan terus memastikan kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Peran penting tersebut dijalankan oleh Laboratorium Kilang Balongan sebagai penjamin mutu (quality assurance) seluruh produk sebelum didistribusikan ke konsumen.
Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, menjelaskan bahwa laboratorium berfungsi sebagai Quality Control (QC) sekaligus Quality Assurance (QA) untuk seluruh produk kilang. Seluruh pengujian dilakukan mengacu pada spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).
“Di laboratorium, kami melakukan pengujian lebih dari 20 parameter untuk setiap produk. Tidak hanya RON atau angka oktan, tetapi juga distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, dan parameter teknis lainnya. Seluruhnya harus memenuhi spesifikasi agar produk dinyatakan on-spec dan layak disalurkan ke konsumen,” ujar Zaeturohmah di Kilang Balongan, Jumat (30/1).
Laboratorium Kilang Balongan melakukan pengujian terhadap berbagai produk BBM, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, Pertamina Dex, serta produk aviasi dan turunan lainnya.
Proses pengujian dimulai sejak penerimaan crude oil (minyak mentah) yang tiba melalui kapal. Minyak mentah tersebut tidak langsung diolah, melainkan terlebih dahulu diuji untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang ditetapkan. Hasil pengujian kemudian disampaikan kepada tim Refinery Business Optimization (RBO) sebagai dasar perencanaan pengolahan.
“Setelah diolah di unit proses, produk jadi kembali diuji di laboratorium untuk memastikan seluruh parameter tetap sesuai standar sebelum didistribusikan. Selain itu, monitoring dilakukan secara kontinu selama proses pengolahan berlangsung,” tambahnya.
Untuk menjamin akurasi hasil uji, Laboratorium Kilang Balongan memastikan seluruh peralatan pengujian dalam kondisi terkalibrasi, menggunakan metode uji terbaru yang mengacu pada standar internasional seperti ASTM dan UOP, serta didukung oleh personel yang tersertifikasi dan kompeten. Evaluasi metode pengujian dilakukan secara berkala setiap bulan.
Terkait pengembangan produk baru seperti Diesel X, Zaeturohmah menegaskan bahwa laboratorium berperan sebagai penjamin kualitas, bukan sebagai pusat riset. Seluruh hasil riset dari tim process engineer diverifikasi melalui pengujian laboratorium, khususnya untuk memastikan parameter penting seperti kandungan sulfur rendah (low sulfur) telah sesuai spesifikasi.
“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality (CoQ). Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Laboratorium Kilang Balongan merupakan garda terdepan dalam menjaga mutu dan keandalan produk BBM, khususnya yang diproduksi di Kilang Balongan.
“Keberadaan laboratorium di fasilitas Pertamina menjadi aspek penting, tidak hanya untuk inovasi tetapi juga dalam menjaga kualitas produk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Baron.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.(*)
Via
BERITA UTAMA
