Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKRIM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda ADVERTORIAL BERITA UTAMA Karawang Tangkas! Deretan Inovasi Pemkab Tekan Stunting dari Desa hingga Sekolah
ADVERTORIAL BERITA UTAMA

Karawang Tangkas! Deretan Inovasi Pemkab Tekan Stunting dari Desa hingga Sekolah

Redaksi
Redaksi
05 Mar, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

KARAWANG | Suarana.com – Di balik hamparan sawah yang luas dan geliat kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Karawang menyimpan cerita tentang perjuangan besar melawan stunting. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa yang tersebar di 30 kecamatan, 12 kelurahan, dan 297 desa, tantangan kesehatan masyarakat, khususnya persoalan gizi anak, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Karawang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Karawang menunjukkan komitmen kuat melalui berbagai inovasi program yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga akademisi. Gerakan ini dikenal dengan semangat “Karawang Tangkas”, sebuah upaya kolaboratif untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), pada 2021 angka stunting di Karawang tercatat mencapai 20,6 persen. Angka tersebut sempat turun signifikan menjadi 14 persen pada 2022, meskipun mengalami fluktuasi pada tahun berikutnya. Sementara itu, data e-PPGBM menunjukkan tren yang lebih positif, dengan prevalensi stunting menurun dari 2,7 persen pada 2021 menjadi 1,54 persen pada 2023, dan sedikit meningkat menjadi 1,8 persen pada 2024.

Fluktuasi tersebut menjadi sinyal penting bahwa intervensi harus terus diperkuat dan disusun lebih inovatif. Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan dan berbagai perangkat daerah kemudian menghadirkan beragam terobosan untuk mempercepat penanganan stunting secara menyeluruh.

Kepala Bappeda Karawang, M. Ridwan Salam, menjelaskan bahwa pendekatan konvensional saja tidak lagi cukup dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat yang kompleks. Karena itu sejak 2022, Karawang mulai mengembangkan strategi komunikasi publik yang lebih kreatif dan adaptif.

Edukasi kesehatan tidak lagi hanya dilakukan melalui pertemuan formal, tetapi juga memanfaatkan media sosial, produksi video, podcast, hingga konten visual yang mudah dipahami masyarakat.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.

Komitmen tersebut juga diwujudkan dengan menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejumlah perusahaan besar seperti Nestle, P&G, hingga Astra Otoparts turut berpartisipasi dalam berbagai program intervensi kesehatan masyarakat.

Dari sinergi lintas sektor ini lahir sejumlah inovasi lokal yang menjadi ciri khas Karawang dalam menangani stunting.

Salah satunya adalah program Pentahelix Desa/Kelurahan Tangkas Stunting, yang mengintegrasikan peran pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi dalam pencegahan stunting di tingkat desa.

Melalui pendekatan ini, berbagai kegiatan dilakukan secara terpadu, mulai dari penyuluhan gizi, demonstrasi memasak makanan sehat, hingga penyediaan layanan Pos Gizi Terintegrasi bagi keluarga dengan balita berisiko stunting.

Program ini diharapkan mampu menekan munculnya kasus stunting baru serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan gizi keluarga.

Selain itu, Pemkab Karawang juga meluncurkan Aplikasi Tangkas, sebuah sistem dashboard berbasis data yang memetakan persoalan gizi balita, remaja, dan ibu hamil berisiko. Data yang disajikan dalam bentuk peta memudahkan pemerintah menentukan kebijakan intervensi secara cepat dan tepat sasaran.

Inovasi lain yang mendapat perhatian luas adalah Sekolah Balad Tangkas, program pencegahan anemia pada remaja di lingkungan sekolah.

Program ini dilakukan melalui skrining anemia, tatalaksana medis, serta perubahan perilaku melalui empat pesan kunci GRES KECE Karawang. Upaya ini bertujuan menurunkan prevalensi anemia pada remaja, meningkatkan konsumsi tablet tambah darah (TTD), membiasakan sarapan sehat, mendorong aktivitas fisik, serta membangun lingkungan sekolah bebas rokok.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Karawang, dr. Nurmala Hasanah, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak usia remaja, khususnya pada remaja putri yang kelak akan menjadi calon ibu.

Karena itu, Karawang juga meluncurkan program GRES KECE (Gerakan Remaja Sehat, Keren dan Cerdas Karawang) yang mendorong gaya hidup sehat di kalangan pelajar.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam dua tahun terakhir, angka anemia remaja di Karawang menurun dari 30,25 persen pada 2023 menjadi 28,3 persen pada 2024.

“Melalui intervensi yang dilakukan di beberapa sekolah dengan angka anemia tertinggi, dari 24 kasus anemia berat kini hanya tersisa dua kasus. Ini menunjukkan bahwa intervensi yang tepat dapat memberikan hasil signifikan,” ujar dr. Nurmala.

Selain menyasar remaja, Pemkab Karawang juga memperkuat edukasi bagi orang tua melalui program Sosialisasi Pengisian Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan media audiovisual.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sekaligus membantu tenaga kesehatan memberikan edukasi yang lebih efektif.

Upaya perubahan perilaku masyarakat juga diperkuat melalui Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) dalam percepatan pencegahan stunting. Program ini mencakup advokasi kebijakan, peningkatan kapasitas komunikasi tenaga kesehatan dan kader posyandu, hingga pelaksanaan kampanye kesehatan di berbagai wilayah intervensi.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memastikan akurasi data kesehatan melalui kemitraan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dalam program Kapeuting (Kalibrasi Peduli Stunting). Program ini melakukan kalibrasi alat antropometri di posyandu seperti timbangan bayi dan pengukur tinggi badan agar hasil pengukuran gizi balita lebih akurat.

Tak hanya itu, semangat gerakan kesehatan juga didukung oleh lebih dari 11.975 kader posyandu yang tersebar di 2.395 titik layanan di seluruh Kabupaten Karawang. Para kader ini secara rutin mendapatkan pelatihan, termasuk melalui Webinar Series SIGEULIS PISAN, program literasi kesehatan bagi kader posyandu yang dilaksanakan setiap bulan.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap upaya penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar program, Karawang Tangkas menjadi simbol semangat kolaborasi masyarakat Karawang untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Dengan pendekatan inovatif dan partisipatif lintas sektor, kreativitas Pemkab Karawang dalam menangani stunting diharapkan tidak hanya berdampak bagi daerah sendiri, tetapi juga dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain di Indonesia dalam mempercepat penurunan stunting secara nasional.(Adv)
Via ADVERTORIAL
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News
Iklan

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Karawang Tangkas! Deretan Inovasi Pemkab Tekan Stunting dari Desa hingga Sekolah

Redaksi- 7:29:00 PM 0
Karawang Tangkas! Deretan Inovasi Pemkab Tekan Stunting dari Desa hingga Sekolah
KARAWANG | Suarana.com – Di balik hamparan sawah yang luas dan geliat kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Karawang menyimpan cerita tentang…

Trending

Diduga Intimidasi Tunggakan Biaya, Orang Tua Siswa SMP Al-Muslih Karawang Diminta Lunasi Rp1,9 Juta Meski Kantongi SKTM

Diduga Intimidasi Tunggakan Biaya, Orang Tua Siswa SMP Al-Muslih Karawang Diminta Lunasi Rp1,9 Juta Meski Kantongi SKTM

8:48:00 PM
Kades Ciwaringin Bantah Pemberitaan Sepihak, Soroti Media Tak Lakukan Konfirmasi

Kades Ciwaringin Bantah Pemberitaan Sepihak, Soroti Media Tak Lakukan Konfirmasi

8:15:00 PM
Bukber Santai MATIC CULTURE di Kedai Cinguk99, Harga Ramah Komunitas Jadi Daya Tarik

Bukber Santai MATIC CULTURE di Kedai Cinguk99, Harga Ramah Komunitas Jadi Daya Tarik

12:13:00 AM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA.com Protection Status Google News
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi