BERITA UTAMA
BUDAYA
KARAWANG
0
Wapanglima Laskar Macan Ali Sebut Mahkota Binokasih Simbol Kebangkitan Budaya Sunda
KARAWANG | Suarana.com – Ribuan warga memadati ruas jalan di Kabupaten Karawang untuk menyaksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 yang berlangsung meriah pada Sabtu malam. Kegiatan budaya tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh.
Kirab budaya yang dimulai dari Stasiun Kereta Api Karawang menuju Alun-Alun Karawang itu menampilkan beragam seni dan budaya Sunda. Gubernur dan Bupati bahkan tampak menunggangi kuda bersama rombongan kirab yang membawa Mahkota Binokasih Sanghyang Pake.
Di tengah kemeriahan acara, Wakil Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Kasultanan Cirebon & Panghulu Kadaton Puradalem Puseur Karawang sekaligus Dewan Penasihat Suarana.com, Ama Anom RA Manggala, menilai hadirnya Mahkota Binokasih di Karawang memiliki makna sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Sunda.
Menurutnya, kehadiran Mahkota Binokasih Sanghyang Pake menjadi penguat jati diri masyarakat sekaligus mempertegas keterkaitan historis Karawang dengan kejayaan Kerajaan Sunda atau Pajajaran.
“Ini menjadi momentum yang tepat untuk terus menghidupkan kembali budaya Sunda dan kesadaran sejarah di tengah masyarakat,” ujar Ama Anom pada suarana.com Minggu (10/05/2026).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga warisan budaya serta menurunkannya kepada generasi muda agar budaya Sunda tetap lestari di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.
“Generasi muda jangan sampai kehilangan jati dirinya karena tidak mengenal dan mengetahui sejarah leluhurnya sendiri,” katanya.
Selain kirab budaya, acara juga diisi dengan pertunjukan musik tradisional, tabuhan kendang, hingga atraksi seni dari berbagai daerah yang semakin menyemarakkan suasana malam di pusat Kota Karawang.
Antusiasme masyarakat terlihat saat rombongan pembawa Mahkota Binokasih melintas di tengah keramaian. Warga yang memadati pinggir jalan tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Menutup pernyataannya, Ama Anom RA Manggala mengingatkan pentingnya menjaga nilai sejarah dan budaya sebagai identitas bangsa.
“Jas merah muda, jangan sekali-kali melupakan sejarah dan jadilah manusia unggul yang berbudaya,” pungkasnya.
Editor : Rizki Ramdani
Via
BERITA UTAMA
