BERITA UTAMA
NASIONAL
0
Sumber : Detik
Merespons Aksi Mahasiswa, Qodari: Harga BBM Non-Subsidi Mengikuti Mekanisme Pasar
JAKARTA | Suarana.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, memberikan tanggapan terhadap aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green dipengaruhi oleh kondisi pasar energi dunia, sementara BBM bersubsidi tetap tidak mengalami kenaikan.
Qodari menegaskan bahwa masyarakat perlu membedakan antara BBM bersubsidi dan non-subsidi. Ia menyebut harga Solar subsidi maupun Pertalite hingga saat ini masih dipertahankan pemerintah dan tidak mengalami perubahan.
"BBM di Indonesia terdiri dari yang disubsidi dan yang mengikuti harga pasar. Untuk yang disubsidi, tidak ada kenaikan dan tetap seperti sebelumnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (14/6/2026).
Menurut Qodari, Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu agenda strategis pemerintah. Berbagai langkah disiapkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi yang selama ini masih cukup tinggi.
Ia menjelaskan bahwa produksi minyak dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional sehingga Indonesia masih harus mengandalkan impor. Kondisi tersebut membuat harga BBM sangat dipengaruhi oleh perkembangan pasar internasional.
"Indonesia masih menghadapi tantangan besar di sektor energi karena produksi domestik belum dapat memenuhi kebutuhan nasional," katanya.
Qodari menambahkan, upaya pemerintah untuk mencapai ketahanan energi merupakan bagian dari reformasi struktural yang berjalan seiring dengan target mewujudkan ketahanan pangan. Menurutnya, Indonesia harus mampu menjadi bangsa yang mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Ia mencontohkan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras dan pupuk sebagai langkah menuju swasembada pangan. Namun, sektor energi dinilai memiliki tantangan yang lebih kompleks karena kebutuhan minyak nasional jauh lebih besar dibandingkan kapasitas produksi dalam negeri.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik. Beberapa program yang sedang dikembangkan antara lain penerapan biodiesel B50 untuk solar dan pengembangan bahan bakar campuran etanol E20 untuk bensin.
Selain itu, Qodari mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global juga berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, disebut berdampak terhadap pasar energi internasional, terlebih karena posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak dunia.
Sebelumnya, isu kenaikan harga BBM menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia bersama sejumlah elemen mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan mendesak pemerintah mengakui kesalahan serta berhenti mengelak.
Sumber : Detik
Editor : Rizki
Via
BERITA UTAMA
