BERITA UTAMA
HEADLINE
KARAWANG
0
Viral Jalan Kaki 5 Kilometer ke Sekolah, Sultan dan Sahabat Yatim Piatu Dapat Sepeda dari MKGR Karawang
KARAWANG | Suarana.com – Kebahagiaan terpancar dari wajah Sultan Maulana (12), siswa SDN Kemiri 2, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, setelah menerima bantuan sepeda dari Ketua DPC Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Karawang, Abdul Azis, SE atau yang akrab disapa Abi Azis, Kamis (4/6/2026).
Tak hanya Sultan, bantuan serupa juga diberikan kepada Ispanul Kasbi (11), siswa yatim piatu yang masih bersekolah di SDN Kemiri 2 dan merupakan teman satu sekolah Sultan.
Momen haru terlihat saat Sultan diminta memilih sepeda berwarna oranye atau merah. Dengan wajah malu-malu dan hampir meneteskan air mata, ia akhirnya memilih sepeda berwarna oranye yang senada dengan kaos yang dikenakannya. Sementara sepeda merah diberikan kepada Kasbi.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPC MKGR Karawang Muslim Hafidz, jajaran PAC Pemuda Pancasila Rengasdengklok, serta seorang guru SDN Kemiri 2 yang ikut mendampingi para siswa.
Dikutip dari Opiniplus.com, suasana haru juga terlihat ketika Direktur Ghazali Center, Lili Gozali, tak kuasa menahan air mata karena turut merasakan kebahagiaan atas bantuan yang diterima Sultan. Sebelumnya, kisah perjuangan Sultan menjadi perhatian publik setelah video yang didokumentasikan dan diunggah melalui akun TikTok @opiniplus.com viral di media sosial.
Di lokasi yang sama, sejumlah aktivis dari lembaga sosial Karawang Peduli juga melakukan survei. Mereka berencana memberikan bantuan lanjutan berupa beasiswa pendidikan kepada Sultan.
Selain itu, hadir pula seorang siswi yatim lainnya yang diketahui masih membutuhkan sepeda untuk berangkat ke sekolah karena harus menempuh jarak cukup jauh dari rumahnya.
Ibunda Sultan, Eti Suhaeti, menyampaikan rasa terima kasih kepada MKGR Karawang dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap perjuangan anaknya dalam menempuh pendidikan.
Ia juga mengaku tidak mempermasalahkan video anaknya yang viral di media sosial. Sebaliknya, Eti merasa bersyukur karena video tersebut telah membuka mata banyak pihak terhadap kondisi dan perjuangan anak-anak sekolah di pedesaan.
"Saya berterima kasih karena banyak yang peduli setelah video itu viral. Mudah-mudahan pemerintah juga bisa lebih memperhatikan masyarakat desa seperti kami," ujarnya.
Eti mengungkapkan bahwa keluarganya selama ini belum pernah menerima berbagai bantuan sosial yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
"Raskin juga tidak dapat, padahal di rumah ada kakek-kakek. BLT juga tidak dapat," tuturnya.
Sebelumnya, video Sultan yang berjalan kaki menuju sekolah diunggah akun TikTok @opiniplus.com dan menjadi perbincangan luas di kalangan warganet.
Dalam video berdurasi 53 detik itu, Sultan terlihat berjalan seorang diri di pagi hari melewati jalan yang diapit area persawahan. Ia diketahui harus menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer dari rumah menuju sekolah.
Kisah perjuangan Sultan mendapat simpati publik, terlebih di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kasus kejahatan jalanan dan kekerasan terhadap anak yang belakangan terjadi di Kabupaten Karawang.
(red)
Via
BERITA UTAMA
