Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKRIM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA KEMENTRIAN NASIONAL Menkeu Optimistis Ekonomi RI Bisa Tumbuh hingga 8 Persen, Target Negara Maju 10–15 Tahun
BERITA UTAMA KEMENTRIAN NASIONAL

Menkeu Optimistis Ekonomi RI Bisa Tumbuh hingga 8 Persen, Target Negara Maju 10–15 Tahun

Redaksi
Redaksi
18 Des, 2025 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

JAKARTA | Suarana.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan sejumlah strategi pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam program Economic Outlook 2026 Kompas TV, Selasa (16/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Menkeu menekankan pentingnya perencanaan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi antara sektor publik dan swasta sebagai kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menkeu menjelaskan bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Namun, angka tersebut dinilai belum cukup untuk menyerap jumlah pencari kerja yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi perlu kita upayakan, bahkan hingga mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Menkeu.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mendorong peran aktif berbagai sektor ekonomi, baik dari sektor publik maupun swasta, agar turut berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Menkeu juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, seperti harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau serta semakin terbukanya akses lapangan pekerjaan. Menurutnya, indikator kesejahteraan masyarakat tercermin dari kemampuan mereka merasakan langsung hasil kebijakan ekonomi pemerintah.

Dalam dialog tersebut, Menkeu Purbaya tidak menampik adanya tantangan dalam melakukan reformasi dan perubahan sistem ekonomi yang dinilai belum optimal. Meski demikian, ia tetap optimistis Indonesia mampu melampaui target pertumbuhan 5,4 persen pada 2026.

Salah satu langkah utama yang akan dilakukan pemerintah adalah mengaktifkan kembali sektor-sektor ekonomi yang selama ini cenderung stagnan agar dapat berfungsi maksimal dalam mendorong pertumbuhan.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan pentingnya penguatan sektor-sektor strategis, seperti manufaktur, pertanian, dan energi, sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, penguatan iklim investasi dan pasar modal juga menjadi pilar penting dalam mendukung perekonomian Indonesia.

“Fokus saya adalah menjaga fondasi perekonomian. Capital market akan ikut karena size of company akan bertumbuh juga,” ujar Menkeu.

Menurutnya, pasar modal yang sehat dan berkembang akan membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan besar untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menutup dialog tersebut, Menkeu Purbaya menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Ia meyakini Indonesia mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan mencapai status negara maju dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan, melalui kebijakan fiskal yang tepat dan pengelolaan ekonomi yang prudent serta berkelanjutan.(Rizki)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
- Advertisment -
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News
Iklan
>

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Diduga Investasi Bodong Konveksi di Karawang, Korban Rugi Rp1,8 Miliar Laporkan Tiga Orang ke Polda Jabar

Redaksi- 1:36:00 PM 0
Diduga Investasi Bodong Konveksi di Karawang, Korban Rugi Rp1,8 Miliar Laporkan Tiga Orang ke Polda Jabar
BANDUNG | Suarana.com - Diduga melakukan penipuan dengan modus investasi modal usaha konveksi keluarga, beberapa orang dalam suatu kelompok usaha di Kabupate…

Trending

Di Balik Bukit Permisan, Ada D’TERAS CAFFE yang Jadi Tempat Favorit Diskusi Anak Muda

Di Balik Bukit Permisan, Ada D’TERAS CAFFE yang Jadi Tempat Favorit Diskusi Anak Muda

12:55:00 AM
Bukber Santai MATIC CULTURE di Kedai Cinguk99, Harga Ramah Komunitas Jadi Daya Tarik

Bukber Santai MATIC CULTURE di Kedai Cinguk99, Harga Ramah Komunitas Jadi Daya Tarik

12:13:00 AM
Kasus Korupsi KONI Lahat Bergulir, Saksi Sebut Ada Permintaan Dana untuk Sekretariat

Kasus Korupsi KONI Lahat Bergulir, Saksi Sebut Ada Permintaan Dana untuk Sekretariat

5:47:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA.com Protection Status Google News
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi