Telusuri
24 C
id
  • Masuk / Bergabung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Parlemen
  • Peristiwa
  • HUKUM & KRIMIMAL
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Network
    • Sumsel
    • Sumut
    • Jateng
    • Jabar
    • Jatim
    • Kalbar
    • Pontianak
    • Aceh
    • Lampung
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman
Telusuri
Beranda BERITA UTAMA KARAWANG PENDIDIKAN Disdikbud Karawang Bergerak, Muhammad Khoerul Azam Akan Difasilitasi Kembali Sekolah Lewat Program Paket A
BERITA UTAMA KARAWANG PENDIDIKAN

Disdikbud Karawang Bergerak, Muhammad Khoerul Azam Akan Difasilitasi Kembali Sekolah Lewat Program Paket A

Redaksi
Redaksi
10 Jun, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

KARAWANG | Suarana.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang merespons surat terbuka yang viral di media sosial terkait nasib Muhammad Khoerul Azam, anak penyandang disabilitas asal Dusun Kiaratanggul, Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, yang terpaksa putus sekolah akibat mengalami kelumpuhan sejak duduk di bangku kelas 2 SD.

Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan Natakusumah, M.M., mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut agar hak pendidikan Azam tetap terpenuhi.

"Bahan tindak lanjut akan kita coba melalui PKBM atau pendidikan paket. Kami sudah berkoordinasi dengan PKBM Winaya Bakti Kecamatan Banyusari. Nanti Ustaz Umar selaku kepala PKBM akan datang ke rumahnya dan memasukkan Azam ke Program Paket A," kata Wawan saat dikonfirmasi melalui sambungan Whasstapp, Rabu (10/6/2026).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas surat terbuka yang diunggah akun Facebook "Kang Jiwi" dan ditulis oleh aktivis sosial H. Alwi. Dalam surat itu, H. Alwi meminta pemerintah daerah melakukan jemput bola terhadap Azam yang selama empat tahun terakhir tidak dapat melanjutkan pendidikan formal akibat kondisi kesehatannya.

Menurut H. Alwi, Azam saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah sederhana yang berada di bantaran sungai. Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, Azam juga harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi lumpuh.

Saat ini, sejumlah relawan disebut tengah berupaya membantu proses pengobatan Azam dengan melakukan pendampingan berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dengan adanya koordinasi antara Disdikbud Karawang dan PKBM Winaya Bakti Banyusari, diharapkan Azam dapat kembali memperoleh akses pendidikan melalui Program Paket A yang setara dengan jenjang sekolah dasar.

Langkah tersebut menjadi harapan baru bagi Azam agar tetap dapat melanjutkan pendidikan meski harus menghadapi keterbatasan fisik yang dialaminya.

Sebelumnya, surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala Disdikbud Karawang itu viral di media sosial dan mendapat perhatian publik. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Jawa Barat dan pemerintah pusat sebagai bentuk harapan agar hak pendidikan Azam dapat terpenuhi.



(Rizki Ramdani)
Via BERITA UTAMA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertisement
📢 Ikuti berita terkini Suarana.com di:
WhatsApp Google News
Banner BlogPartner Backlink.co.id

Stay Conneted

facebook Like
youtube Langganan
instagram Follow
tiktok

Featured Post

Karawang Raih Alokasi Rutilahu Terbesar Kedua Nasional, 2.441 Rumah Direhabilitasi pada 2026

Redaksi- 2:40:00 PM 0
Karawang Raih Alokasi Rutilahu Terbesar Kedua Nasional, 2.441 Rumah Direhabilitasi pada 2026
KARAWANG | Suarana.com   – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program r…

Trending

Mahasiswa Unsika Edukasi Warga Citeko Kaler Kelola Sampah dan Sanitasi Air Bersih, Dorong Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Mahasiswa Unsika Edukasi Warga Citeko Kaler Kelola Sampah dan Sanitasi Air Bersih, Dorong Solusi Lingkungan Berkelanjutan

9:52:00 PM
Sang Maskot Konstruksi 'Kuliti' Dugaan Penyimpangan Proyek Rehabilitasi SDN Rp460 Juta

Sang Maskot Konstruksi 'Kuliti' Dugaan Penyimpangan Proyek Rehabilitasi SDN Rp460 Juta

2:49:00 PM
Kasus Diduga Mandek Sejak 2024, LBH Arya Mandalika Desak Kepastian Hukum Lewat Aksi Unjuk Rasa

Kasus Diduga Mandek Sejak 2024, LBH Arya Mandalika Desak Kepastian Hukum Lewat Aksi Unjuk Rasa

6:24:00 PM
Suarana | Media Network - Layanan Digital dalam satu genggaman

PT. Media Suarana Mahesa

Portal berita terkini dengan informasi terbaru, terpercaya, dan akurat. Temukan berita politik, ekonomi, teknologi, hiburan dan lainnya di Suarana.com.

Contact us: suaranagroup@gmail.com

DMCA Protection Google News Seedbacklink
© 2023 Member of SIG. All Rights Reserved.
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Kebijakan Privasi