BERITA UTAMA
KARAWANG
PENDIDIKAN
0
Disdikbud Karawang Bergerak, Muhammad Khoerul Azam Akan Difasilitasi Kembali Sekolah Lewat Program Paket A
KARAWANG | Suarana.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang merespons surat terbuka yang viral di media sosial terkait nasib Muhammad Khoerul Azam, anak penyandang disabilitas asal Dusun Kiaratanggul, Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, yang terpaksa putus sekolah akibat mengalami kelumpuhan sejak duduk di bangku kelas 2 SD.
Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan Natakusumah, M.M., mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut agar hak pendidikan Azam tetap terpenuhi.
"Bahan tindak lanjut akan kita coba melalui PKBM atau pendidikan paket. Kami sudah berkoordinasi dengan PKBM Winaya Bakti Kecamatan Banyusari. Nanti Ustaz Umar selaku kepala PKBM akan datang ke rumahnya dan memasukkan Azam ke Program Paket A," kata Wawan saat dikonfirmasi melalui sambungan Whasstapp, Rabu (10/6/2026).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas surat terbuka yang diunggah akun Facebook "Kang Jiwi" dan ditulis oleh aktivis sosial H. Alwi. Dalam surat itu, H. Alwi meminta pemerintah daerah melakukan jemput bola terhadap Azam yang selama empat tahun terakhir tidak dapat melanjutkan pendidikan formal akibat kondisi kesehatannya.
Menurut H. Alwi, Azam saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah sederhana yang berada di bantaran sungai. Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, Azam juga harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi lumpuh.
Saat ini, sejumlah relawan disebut tengah berupaya membantu proses pengobatan Azam dengan melakukan pendampingan berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dengan adanya koordinasi antara Disdikbud Karawang dan PKBM Winaya Bakti Banyusari, diharapkan Azam dapat kembali memperoleh akses pendidikan melalui Program Paket A yang setara dengan jenjang sekolah dasar.
Langkah tersebut menjadi harapan baru bagi Azam agar tetap dapat melanjutkan pendidikan meski harus menghadapi keterbatasan fisik yang dialaminya.
Sebelumnya, surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala Disdikbud Karawang itu viral di media sosial dan mendapat perhatian publik. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Jawa Barat dan pemerintah pusat sebagai bentuk harapan agar hak pendidikan Azam dapat terpenuhi.
(Rizki Ramdani)
Via
BERITA UTAMA
